Eri Cahyadi Disebut Berpotensi Tandingi Khofifah di Pilgub Jatim 2024

Reporter : Ade Resty
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi (kanan) bersama Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa dalam suatu acara. Foto: Kominfo Jatim

selalu.id - Nama Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi moncer di Surabaya bahkan Jawa Timur. Berdasar hasil survei Poltracking, Eri Cahyadi menempati peringkat kedua setelah Wakil Gubernur Jatim, Emil Elistiano Dardak dengan 13,2 persen.

Angka ini secara otomatis menjadikan legitimasi nama Eri Cahyadi untuk berpeluang dalam palagan pemilihan Gubernur Jawa Timur 2024 mendatang.

Baca juga: Viral Satpol PP Kota dan Kabupaten Probolinggo Nyaris Baku Hantam saat Penertiban PKL, Ini Penyebabnya

Pengamat politik asal Universitas Airlangga Surabaya, Suko Widodo menyebut bahwa Eri Cahyadi berpotensi menjadi kandidat potensial yang dapat dijagokan untuk bertarung di Pilgub Jatim 2024.

"Potensi ada, sepanjang bisa mengelolanya. Mas Eri memang punya potensi," ujar Suko saat dikonfirmasi selalu.id.

Kemunculan nama Eri seakan menjadi angin segar bagi PDIP, pasalnya partai berlambang banteng moncong putih tersebut 3 kali puasa kemenangan di Jawa Timur yang merupakan salah satu kantong penyumbang suara terbesar PDIP.

"Eri diuntungkan berada di ibukota Jawa Timur, tetapi masih perlu membangun komunikasi politik lebih luas dengan lembaga politik dan publik Jatim," imbuh Suko.

Jika merujuk peryataan Suko Widodo, Eri Cahyadi hanya perlu dukungan mesin politik PDIP yang solid.

Senada denga Suko, pengamat politik asal Universitas Trunojoyo, Madura, Surokhim Abdussalam mengatakan, bahwa Eri memiliki potensi untuk maju pada kancah pertarungan Pilgub Jatim 2024.

Baca juga: Transformasi Korupsi di DPRD Jatim: Dari P2SEM, Pokir hingga Fee Istri Siri

"Potensi ada (calon Wagub Jatim), tapi saya kira tipis," ujar surokhim saat dikonfirmasi selalu.id.

Tipisnya potensi Eri tersebut dapat disokong dengan pemilihan pasangan yang tepat serta kinerja mesin partai PDIP yang solid. Terlebih Eri belum pernah berkeliling ke wilayah Jawa timur secara khusus soal pilkada, namun memperoleh angka survei yang lumayan tinggi.

Surokhim menyebut bahwa posisi Eri sebagai Wali Kota Surabaya diuntungkan secara geopolitik.

"Surabaya kan juga ibukota Provinsi secara geopolitik. Pasti pemimpin Surabaya diuntungkan," ujarnya.

Baca juga: Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang


Sosok Eri Cahyadi sendiri diketahui memiliki basis massa yang tidak dimiliki oleh kader PDIP lainnya. Eri Cahyadi dikenal akrab dengan kelompok Nahdiyin dan memiliki sejarah kuat disana. Ini menjadi keuntungan tersendiri bagi PDIP.

Secara keseluruhan sosok Eri Cahyadi pantas untuk dipertimbangkan oleh PDIP untuk menuntaskan dahaga kekalahan selama 3 kali berturut masa jabatan Gubernur Jawa Timur.

Diketahui kekalahan pertama PDIP saat mengusung Sucipto-Ridwan Hisjam yang dikalahkan oleh Soekarwo-Saifullah Yusuf. Kekalahan kedua PDIP mengusung Bambang DH-Said Abdullah versus Seokarwo-Saifullah Yusuf, dan yang terakhir PDIP mengusung Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno melawan Khofifah-Emil Elistiano Dardak.

Momen moncernya Eri Chayadi ini patut menjadi perhatian oleh DPP PDIP untuk mempertimbangkan 'naik kelasnya' Eri Cahyadi ke kancah pertarungan Pilgub Jatim 2024. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi

Kemensos Hadir
Berita Terpopuler
Berita Terbaru