selalu.id - Aplikasi E-commerce Pemberdayaan lan Ketahanan Ekonomi Nang Suroboyo (E-Peken) milik Pemkot Surabaya ini mengalami peningkatan transaksi hingga 133 persen.
Memasuki tahun 2022 hingga Mei ini, transaksi telah mencapai Rp 11,4 miliar. Sedangkan, transaksi sebelumnya 2021 Juli-Desember mencapai Rp 4,8 Miliar.
Baca juga: Hujan Angin Terjang Surabaya: Genteng Rumah Warga Berterbangan, Sejumlah Pohon Juga Tumbang
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, mengatakan meningkatnya transaksi tersebut, karena pihaknya memperluas jangkauan E-Peken saat memasuki 2022.
"E-Peken Surabaya ini kami buka tidak hanya untuk ASN saja, melainkan untuk semua masyarakat," kata Eri, Jumat (3/5/2022).
Eri menyampaikan, dengan memperluas jangkauan transaksi tersebut, ia berharap
dapat mendukung pemulihan ekonomi bagi warga Surabaya.
Baca juga: Jelang HUT ke-18, Gerindra Surabaya Gelar Cek Kesehatan Gratis pada Lansia
Saat ini jumlah yang menggunakan E-Peken tersebut, yakni 12.770 ASN dan 4.412 masyarakat umum.
E-Peken Surabaya, menurutnya, tidak bersaing dengan e-commerce lainnya. Namun, justru pihaknya bekerjasama dengan e-commerce perusahaan seperti Tokopedia dan Gojek.
Eri menjelaskan, strategi kerjasama tersebut untuk menarik minat masyarakat Surabaya membeli produk dari Apilikasi E-Peken.
Baca juga: Pelindo Petikemas Luruskan Kabar Antrean Kapal di Pelabuhan Tanjung Perak
Pemkot juga menjalin kerjasama dengan beberapa CSR yang membantu untuk melakukan pendampingan dengan menata transaksi jual beli.
"Baik pengiriman atau produk yang dijual juga terdapat diskon dan semuanya sudah berjalan. Bahkan, kuliner di SWK juga tidak kalah rasanya dengan masakan di restoran. Dengan harga yang ikut bersaing dengan toko modern, hingga produk UMKM yang sudah tembus pasar internasional," terangnya. (Ade/SL1)
Editor : Redaksi