selalu.id - Pemantauan hilal dilakukan mulai hari ini untuk mengetahui datangnya Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriah. Tercatat 31 lokasi di Jawa Timur digunakan sebagai tempat memamtau hilal.
Ketua Falakiyah Nadhlatul Ulama (NU), Shofiyullah menyebut, metode yang dipergunakan untuk menentukan hal itu adalah dengan melihat hilal. Bila terlihat, maka keesokan harinya sudah bisa dilaksanakan.
Baca juga: Menanti Ending di Balik Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari di Surabaya
"Mulai hari ini, nanti kalau terlihat (hilal), ya berarti besok hari raya, tapi kalau tidak terlihat, berarti hari rayanya mundur sehari," kata Shofiyullah, Sabtu (1/5/2022).
Ia menyebut, sudah ada puluhan titik yang bakal dijadikan sebagai lokasi untuk memantau hilal.
Baca juga: Remaja di Surabaya Tewas Dikeroyok Pelajar SMA, Sempat Gegar Otak dan Patah Tulang
"Rencananya, sudah nyebar 31 titik hari ini, laporannya (hasil hilal) maghrib nanti," ujarnya.
31 lokasi yang digunakan untuk memantau hilal itu tersebar di sejumlah daerah di Jawa Timur, diantaranya adalah Surabaya, Gresik, Kediri, Probolinggo, Malang, hingga Blitar.
Baca juga: Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih
Meski begitu, pihaknya mengimbau kepada masyarakat, khususnya Nahdliyin untuk tetap bersabar. Sebab, pihaknya bersama pemerintah akan segera melaporkan hasil hilal.
"Saya mohon tetap menunggu hasil ruqiah, karena kan akan segera kami beritahukan ke PBNU dan segera dilaporkan ke Kemenag, lalu diisbatkan oleh Menag, kemudian dari PBNU menyebarkannya, setidaknya jam 19.00 WIB lah ada keputusannya," jelasnya. (Ade/SL1)
Editor : Redaksi