selalu.id - Sistem pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) akan menerapkan pencacatan pelat nomor pelanggan dengan teknologi digital yang berfungsi untuk memastikan penyaluran bahan bakar bersubsidi tepat sasaran, diragukan efektivitasnya.
Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Airlangga (UNAIR) Gitadi Tegas Supramudyo, mengatakan bahwa Efektifitas Sistem Pengguna Tunggal bagi konsumen yang ingin membeli bahan bakar minyak (BBM) diragukan. Sebab, prosesnya sangat complicated dan belum jelas basis data dan peta instrumen kebijakan pendukungnya.
Baca juga: Polrestabes Surabaya Gerebek Markas Sindikat Curanmor di Margomulyo, Ini yang Didapat
"Perlu kajian mendalam dan uji coba penerapan meskipun kemajuan teknologi saat ini dapat memungkinkan hal-hal yang di masa lalu tidak mungkin dilaksanakan," kata Gitadi, Jumat, (29/4/2022).
"Apalagi kalau kita flashback ke lebih dari satu dekade yang lalu, kebijakan-kebijakan terkait BBM sarat trial dan error yang pada akhirnya banyak errornya," jelasnya.
Baca juga: Sembunyikan Motor Curian di Rumah Mertua, Begini Ending Maling di Surabaya
Menurut Gitadi, kajian mendalam yang tidak tergesa-gesa, cerdas, dan komprehensif sampai pada pengaturan mekanisme sanksi dibutuhkan untuk mengatasi suatu masalah. Hal ini agar sebuah kebijakan subsidi tepat sasaran.
Selain itu, Gitadi menjelaskan bahwa guna memastikan tepat sasaran penyaluran bahan bakar jenis solar dan pertalite yang selama ini bersubsidi dapat dilakukan dengan kontrol yang melibatkan tingkatan yang lebih kecil.
Baca juga: DPRD Surabaya Soroti Dugaan Ketidaklengkapan Izin Pasar di Kawasan Tanjungsari
"Seperti organisasi, komunitas, dan lembaga desa/kelurahan/RT/RW untuk ikut serta terkait data dan pembeli BBM," terangnya. (Ade/SL1)
Editor : Redaksi