selalu.id - Perjalanan dari konten hiburan digital menuju industri perfilman nasional menjadi babak baru bagi para pemain Woko Channel.
Melalui film Piye To Kih?, Heri Candra, Sutrisno Agung, dan Eko Dunung tidak hanya membawa karakter yang telah melekat di mata penggemarnya, tetapi juga menghadapi tantangan akting dengan cakupan cerita yang lebih luas.
Baca juga: Usung Komedi Cinta Beda Alam dan Agama, Film 'Piye To Kih' Siap Kocok Perut Penggemar Bioskop
Film produksi PT Mirakel Sinema Imaji garapan sutradara Ito Mavin tersebut diperkenalkan kepada masyarakat dalam rangkaian kegiatan di Platinum Cineplex Sun City Mall Sidoarjo, Selasa (3/11/2026).
Film bergenre komedi, drama, dan misteri itu dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 19 November 2026.
Perubahan medium dari layar digital ke layar lebar menuntut para pemain melakukan sejumlah penyesuaian. Salah satunya dirasakan Heri Candra yang dikenal melalui karakter Mukidi.
Selama ini terbiasa menggunakan bahasa Jawa dalam konten Woko Channel, ia harus beradaptasi dengan dialog berbahasa Indonesia.
"Tantangannya hanya terkait pakai dialog Bahasa Indonesia karena di Woko Channel pakai Bahasa Jawa," kata Heri Candra.
Dalam film ini, Mukidi menjadi tokoh sentral yang menghadapi persoalan kehidupan dan percintaan. Setelah mengalami patah hati, ia berusaha memperbaiki kehidupannya demi mendapatkan kembali kepercayaan diri.
Keinginannya menikahi Bunga menjadi dorongan untuk membuktikan bahwa dirinya mampu memiliki rumah sendiri dan menjadi pria mapan.
Namun, perjalanan Mukidi justru membawanya pada situasi yang tidak pernah dibayangkan. Rumah tua dengan harga murah yang dibelinya ternyata menyimpan kisah misterius.
Di tempat itulah ia bertemu Sukma, perempuan dari alam berbeda yang kemudian menghadirkan hubungan penuh persoalan.
Kisah tersebut menjadi ruang bagi film ini untuk mengembangkan cerita di luar komedi khas Woko Channel. Unsur percintaan, persahabatan, dan misteri turut membangun konflik, sekaligus memberikan tantangan tersendiri bagi para pemain.
Dara Saraswati, yang memerankan Sukma, misalnya, harus mendalami karakter dengan pembawaan berbeda dari manusia pada umumnya.
Baca juga: Sketsa YouTube Woko Channel jadi Film Layar Lebar "Piye To Kih?": Tayang di Bioskop 19 November
Sosok Sukma digambarkan misterius, lembut, dan anggun. Penyesuaian gestur menjadi salah satu aspek yang paling diperhatikan selama proses pendalaman karakter.
“Tantangannya pasti dari sisi gestur. Ada perbedaan antara gestur manusia dengan entitas atau hantu. Itu yang perlu penyesuaian. Sukma juga memiliki perasaan emosional yang kontradiktif karena sebenarnya dia belum ikhlas. Hal itu yang membuat peran ini cukup rumit sekaligus menjadi tantangan baru bagi saya untuk mengeksplorasi kemampuan akting,” ungkapnya.
Selain tuntutan gestur, karakter Sukma juga membutuhkan pendalaman emosi. Pergolakan batin karena belum mampu mengikhlaskan sesuatu menjadi bagian penting dalam membangun karakter tersebut agar tidak sekadar tampil sebagai sosok misterius.
Sementara itu, kehadiran Sutrisno Agung sebagai Gendut dan Eko Dunung sebagai Penyok kembali mempertemukan trio yang selama ini dikenal melalui Woko Channel. Dinamika persahabatan ketiganya menjadi salah satu unsur yang diharapkan tetap mampu menghibur penonton, meskipun kini hadir dalam format cerita layar lebar.
Film ini juga melibatkan sejumlah pemain lain, di antaranya Gabriella Desta sebagai Bunga, TJ Ruth, Devina Aureel, Marwoto, Ibnu Gundul, Mbak Mintul, serta Pak No.
Sutradara film Piye To Kih? Ito Mavin menjelaskan, pemilihan premis yang unik tersebut merupakan strategi untuk menarik perhatian penonton sekaligus menjadi pintu masuk dalam menyampaikan pesan utama cerita.
Menurutnya, ada sejumlah pesan kehidupan yang ingin disampaikan melalui film tersebut. Namun, pesan paling mendasar adalah bagaimana seseorang seharusnya berusaha memperbaiki dan memantaskan dirinya untuk mendapatkan sesuatu yang diinginkan.
Baca juga: Roadshow Film Piye To Kih di Mojokerto, Angkat Genre Komedi, Cinta dan Persahabatan
"Di kehidupan sekarang, banyak orang berusaha menjadi orang lain untuk mendapatkan apa yang mereka mau. Padahal, ketika kita menginginkan sesuatu, hal yang harus dilakukan adalah membuat diri kita pantas untuk mendapatkannya," ungkapnya.
Harapan serupa disampaikan para pemain. Film tersebut diharapkan tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga menghadirkan pesan positif yang dapat diterima masyarakat.
Gabriella Desta, pemeran Bunga, berharap antusiasme penonton selama rangkaian roadshow dapat berlanjut ketika film mulai diputar di bioskop.
“Semoga para penonton yang selama ini kami temui di beberapa kota dalam rangkaian roadshow bisa menerima pesan-pesan dari film Piye To Kih? dengan baik. Kami juga berharap film ini bisa menghibur dan memberikan pesan yang baik untuk masyarakat Indonesia,” ujarnya.
Para pemain pun mengajak masyarakat, khususnya warga Sidoarjo, untuk menyaksikan film Piye To Kih? saat mulai tayang di bioskop pada 19 November 2026.
“Jangan lupa nonton tanggal 19 November 2026. Dijamin seru film Piye To Kih?,” ajak seluruh pemain.
Editor : Zein Muhammad