Selasa, 03 Nov 2026 20:44 WIB

Layanan Baru Dorong Pertumbuhan Peti Kemas, Pelindo Perkuat Kapasitas Terminal

Layanan baru Pelindo Terminal Petikemas. (Dok. Humas Pelindo Terminal Petikemas).
Layanan baru Pelindo Terminal Petikemas. (Dok. Humas Pelindo Terminal Petikemas).

selalu.id - Pertumbuhan arus peti kemas terus mencatat tren positif sepanjang tahun 2026, didukung perluasan pasar ekspor dan penguatan konektivitas pelabuhan. 

Pelindo Terminal Petikemas menambah dua layanan pelayaran baru dari Gold Star Line (GSL) dan X-Press Feeders (XPF), dengan rata-rata bongkar muat mencapai sekitar 1.100 TEUs per kunjungan.

Baca Juga: Antisipasi Lonjakan Nataru dan Hasil Laut, TPK Merauke Siapkan Kapasitas CY dan Reefer Plug

Kehadiran layanan baru ini memperkuat jaringan perdagangan internasional sekaligus mendongkrak volume bongkar muat peti kemas. 

Untuk mengantisipasi lonjakan arus barang, Pelindo Terminal Petikemas terus memperkuat kapasitas operasional. 

Sepanjang 2026, perusahaan mengadakan empat unit Quay Container Crane (QCC) dan 14 unit Electric Rubber Tyred Gantry (E-RTG) di Terminal Petikemas Surabaya, empat unit QCC di Semarang, dua unit QCC dan empat unit RTG di Belawan, serta empat unit E-RTG di Banjarmasin. Pengadaan dua unit QCC di Perawang ditargetkan selesai Desember 2026.

"Penguatan fasilitas ini bagian dari langkah meningkatkan keandalan pelayanan dan kapasitas penanganan peti kemas. Kami juga terus mengoptimalkan perencanaan, pengendalian operasional, dan koordinasi dengan pengguna jasa agar bongkar muat berjalan lancar," kata Fajar, perwakilan Pelindo Terminal Petikemas, Selasa (3/11/2026).

Sementara Wakil Ketua Umum Bidang Maritim dan Pelabuhan DPP Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA), Harry Soetanto, menyambut positif angka pertumbuhan perdagangan. 

Periode Januari-September 2026 mencatat pertumbuhan perdagangan internasional sebesar 6,85 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, naik dari 14,46 juta TEUs menjadi 15,45 juta TEUs.

"Pertumbuhan ini didorong perluasan pasar baru, terutama di Eropa dan Amerika Selatan. Ekspor komoditas seperti turunan kelapa sawit, mesin, bahan kimia, dan elektronik menunjukkan peningkatan signifikan," ungkap Harry.

Baca Juga: Potret Pelindo Terminal Petikemas Bekali Keterampilan Anak Binaan LPKA Kelas I Blitar

Meski pelabuhan di Jawa dinilai relatif mampu memenuhi kebutuhan ekspor-impor, kesiapan infrastruktur di wilayah timur Indonesia masih tertinggal dan perlu perhatian serius.

Sementara itu, akademisi Universitas Airlangga, Puspandam Katias, mengingatkan peningkatan volume belum tentu mencerminkan daya saing perdagangan nasional. 

Pertumbuhan arus peti kemas perlu diiringi peningkatan nilai tambah domestik dan efisiensi rantai pasok secara menyeluruh.

"Kita harus menghindari growth without network efficiency. Volume bertambah, tetapi biaya, waktu, dan ketidakpastian distribusi di luar terminal tidak ikut membaik," tegas Puspandam. 

Baca Juga: Gandeng Bappenas, Pelindo Bidik Muatan Balik Komoditas Papua Selatan

Ia juga menyarankan pencermatan rute pelayaran internasional, termasuk dampak penggunaan kembali Terusan Suez di tengah risiko keamanan Laut Merah.

Ketua DPW ALFI Jawa Timur, Sebastian Wibisono, menambahkan pertumbuhan ini sinyal positif bagi Jawa Timur. 

Peningkatan kunjungan kapal internasional di Terminal Teluk Lamong membuka peluang lebih luas bagi pelaku usaha. Namun, penambahan fasilitas harus disertai kecepatan bongkar muat, kepastian jadwal, dan biaya logistik yang kompetitif 

"Pertumbuhan yang berkualitas adalah yang mampu mendukung daya saing industri dan perdagangan kita, baik di pasar domestik maupun internasional," katanya.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Kabar Gembira Warga Probolinggo, Gubernur Jatim Khofifah Gelontorkan Bantuan Rp19,6 M

Dalam momen itu, ‎Khofifah mengatakan bahwa bantuan tersebut mencakup bidang perumahan, ekonomi, kesehatan, pendidikan hingga infrastruktur.

Razia Toko Kelontong di Nganjuk, Petugas Sita 7.540 Batang Rokok Ilegal

David mewanti-wanti seluruh elemen masyarakat dan pelaku usaha agar tidak nekat terlibat dalam rantai distribusi barang ilegal tersebut.

Soal Kabar Penangkapan Jenderal Polisi, Ini Dugaan Pelanggarannya

Langkah penindakan senyap ini bergulir hanya berselang satu bulan setelah kepemimpinan Polri diserahterimakan kepada Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto.

Merasa Didiskriminasi, Pedagang Pasar Tanjungsari Sentil Status Pasar Induk Surabaya

Persoalan utamanya bukan penolakan terhadap aturan. Pedagang hanya meminta agar standar penegakan regulasi diberlakukan secara sama terhadap seluruh pasar.

Desas-desus Penangkapan Jenderal Polisi, Ini Kata Mabes Polri

Menyeruaknya kabar pengamanan sejumlah perwira tinggi kepolisian ini langsung memicu beragam spekulasi liar di ruang publik.

Perkenalan Karakter hingga Gestur Hantu, Intip Cerita Seru di Balik Syuting Film Piye To Kih?

Dara Saraswati, yang memerankan Sukma, misalnya, harus mendalami karakter dengan pembawaan berbeda dari manusia pada umumnya.