Selasa, 03 Nov 2026 21:02 WIB

Soal Kabar Penangkapan Jenderal Polisi, Ini Dugaan Pelanggarannya

Ilustrasi penangkapan Jenderal Polisi. (Dok. Google Gemini/AI).
Ilustrasi penangkapan Jenderal Polisi. (Dok. Google Gemini/AI).

selalu.id - Mabes Polri diduga menemukan dugaan praktik penyadapan yang mengincar lingkaran utama Istana Kepresidenan.

Isu sensitif ini memicu pergerakan cepat dari Divisi Profesi dan Pengamanan (Divpropam) Mabes Polri melalui operasi penindakan rahasia.

Baca Juga: Eks Kapolri Listyo Sigit hingga Ahrie Sonta jadi Tersangka Dugaan Penyadapan Presiden

Dalam operasi pengamanan tersebut, sejumlah perwira tinggi kepolisian dilaporkan sempat dimintai keterangan intensif.

Mantan Kapolri Jenderal Polisi (Purn) LSP, yang saat ini menjabat sebagai Kepala Staf Kepresidenan, dikabarkan sempat dibawa oleh tim khusus ke Mabes Polri guna klarifikasi. Namun, seusai menjalani pemeriksaan awal, yang bersangkutan dilaporkan telah dipulangkan.

Langkah tegas pengusutan ini turut berdampak langsung pada jajaran pimpinan divisi Mabes Polri. Kepala Divisi Hukum (Kadivkum) Polri, Irjen Pol Ahrie Sonta, dikabarkan ditahan di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok.

Irjen Ahrie Sonta, yang dikenal memiliki rekam jejak sebagai mantan ajudan Presiden Prabowo Subianto, diduga memainkan peran kunci dalam aktivitas penyadapan tersebut.

Langkah penindakan senyap ini bergulir hanya berselang satu bulan setelah kepemimpinan Polri diserahterimakan kepada Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto.

Baca Juga: Desas-desus Penangkapan Jenderal Polisi, Ini Kata Mabes Polri

Sejak awal menjabat, Suyudi telah menegaskan fokus utamanya pada konsolidasi internal serta pembersihan organisasi demi menjaga stabilitas keamanan nasional.

Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Johnny Eddizon Isir saat dikonfirmasi awak media enggan memberikan jawaban tegas.

Mantan Kapolrestabes Surabaya tersebut tidak membenarkan maupun membantah kabar pengamanan para pati Polri tersebut.

Isir meminta semua pihak bersabar. Ia berjanji akan memberikan keterangan resmi kepada publik pada waktu yang tepat.

Baca Juga: Konsolidasi Akbar FSPMI Bahas UU Cipta Kerja, yang Datang Kapolri

"Nanti ada saatnya, ya. Mungkin ndak lama lagi, ya. Oke. Makasih ya," jelasnya, Selasa (3/11/2026).

Menyeruaknya kabar pengamanan sejumlah perwira tinggi kepolisian ini langsung memicu beragam spekulasi liar di ruang publik.

Isu yang berkembang mengaitkan pengamanan tersebut dengan berbagai dugaan kasus, mulai dari penyadapan, keterlibatan jaringan judi online, hingga tindak pidana korupsi.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Kabar Gembira Warga Probolinggo, Gubernur Jatim Khofifah Gelontorkan Bantuan Rp19,6 M

Dalam momen itu, ‎Khofifah mengatakan bahwa bantuan tersebut mencakup bidang perumahan, ekonomi, kesehatan, pendidikan hingga infrastruktur.

Razia Toko Kelontong di Nganjuk, Petugas Sita 7.540 Batang Rokok Ilegal

David mewanti-wanti seluruh elemen masyarakat dan pelaku usaha agar tidak nekat terlibat dalam rantai distribusi barang ilegal tersebut.

Merasa Didiskriminasi, Pedagang Pasar Tanjungsari Sentil Status Pasar Induk Surabaya

Persoalan utamanya bukan penolakan terhadap aturan. Pedagang hanya meminta agar standar penegakan regulasi diberlakukan secara sama terhadap seluruh pasar.

Layanan Baru Dorong Pertumbuhan Peti Kemas, Pelindo Perkuat Kapasitas Terminal

Kehadiran layanan baru ini memperkuat jaringan perdagangan internasional sekaligus mendongkrak volume bongkar muat peti kemas.

Perkenalan Karakter hingga Gestur Hantu, Intip Cerita Seru di Balik Syuting Film Piye To Kih?

Dara Saraswati, yang memerankan Sukma, misalnya, harus mendalami karakter dengan pembawaan berbeda dari manusia pada umumnya.

Nenek yang Dirampok Itu Tetangga Wakil Ketua DPRD Surabaya, Minta Pelaku Segera Ditangkap

Toni mengaku prihatin atas peristiwa yang menimpa Rohmani. Korban merupakan perempuan lansia yang sehari-hari berjualan rujak untuk menafkahi keluarganya.