Selasa, 03 Nov 2026 18:26 WIB

Nenek Penjual Rujak di Surabaya jadi Korban Perampokan Sadis, Emas 30 Gram Raib

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 03 Nov 2026 17:13 WIB
Ilustrasi perampokan. (Dok. Google Gemini/AI).
Ilustrasi perampokan. (Dok. Google Gemini/AI).

selalu.id - Seorang lansia atau nenek penjual rujak di kawasan Rungkut Kidul Gang 2 SS, Surabaya, menjadi korban perampokan, Senin (2/11/2026) siang.

Pelaku menggasak dua kalung emas bernilai sekitar Rp75 juta. Kejamnya, dalam aksi ini pelaku juga menganiaya korban hingga terluka.

Baca Juga: Nenek yang Dirampok Itu Tetangga Wakil Ketua DPRD Surabaya, Minta Pelaku Segera Ditangkap

Korban diketahui bernama Rohmani (60). Rumahnya tak jauh atau tetangga dari kediaman Wakil Ketua DPRD Surabaya, Arif Fathoni.

Mengetahui kejadian ini, Arif Fathoni pun mengecam keras aksi sadis yang menimpa warga sekitar rumahnya.

Ia tak mampu menyembunyikan rasa prihatin mendalam terhadap korban yang sehari-hari menggantungkan hidup dari berjualan rujak.

“Ini peristiwa memilukan, mengingat korban adalah ibu lansia yang berjuang menafkahi keluarga dengan berjualan rujak,” kata Fathoni kepada selalu.id, Selasa (3/11/2026).

Informasi yang dihimpun, pelaku nekat merampas perhiasan korban begitu Rohmani dibuat tak berdaya.

Dua buah kalung emas seberat 10 gram dan 20 gram disikat, sebelum pelaku kabur mengendarai sepeda motor.

Meski terluka dan tubuhnya lemah, Rohmani terus berjuang menyelamatkan nyawanya. Ia merayap turun dari lantai dua menuju teras rumah untuk meminta pertolongan warga sekitar.

Baca Juga: Sekolah Gratis Disorot, DPRD Surabaya: Harus Benar Gratis Tanpa Pungutan Tambahan

Sontak warga yang geger melihat kondisi korban langsung melarikannya ke Puskesmas Rungkut, sembari melaporkan kejadian ini ke kepolisian.

Dampak penganiayaan tersebut tergolong parah. Korban menderita luka robek di bagian mulut serta belakang kepala, patah tulang hidung, hingga kehilangan seluruh gigi depannya.

Usai penanganan darurat di puskesmas, Rohmani terpaksa dirujuk ke Rumah Sakit Angkatan Laut (RSAL) Surabaya dan masih menjalani perawatan intensif hingga kini.

Atas kejadian ini, Arif Fathoni mendesak kepolisian bergerak cepat meringkus pelaku serta menjatuhkan hukuman seberat-beratnya.

“Saya berharap pelaku dapat segera ditangkap, dan dihukum seberat-beratnya, agar menimbulkan efek jera bagi pelaku yang lain,” tegasnya.

Baca Juga: Momen Halloween Ala Yokai Night Jepang di Surabaya

Tak berhenti di situ, Fathoni juga bergerak cepat berkoordinasi dengan pengurus lingkungan guna memperketat pengamanan kawasan pemukiman. Ia berencana memasang kamera pengawas dalam waktu dekat.

“Saya juga sudah berkomunikasi dengan Ketua RW. Insya Allah dalam waktu dekat kami bantu pemasangan CCTV di area tersebut,” jelasnya.

Sementara itu, Unit Reskrim Polsek Rungkut telah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) guna memburu jejak pelaku.

Belum ada keterangan lebih lanjut dari pihak kepolisian hingga saat ini. Tim masih fokus melakukan serangkaian penyelidikan.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Perkenalan Karakter hingga Gestur Hantu, Intip Cerita Seru di Balik Syuting Film Piye To Kih?

Dara Saraswati, yang memerankan Sukma, misalnya, harus mendalami karakter dengan pembawaan berbeda dari manusia pada umumnya.

DPRD Jatim Minta Pemerintah dan Masyarakat Tingkatkan Kewaspadaan Bencana

Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas, terutama bagi warga yang tinggal di kawasan rawan banjir, longsor, dan aliran sungai.

Sidak Satgas Pangan Polres Pasuruan Temukan Harga Cabai dan Daging Sapi Tinggi

Sidak ini melibatkan TNI-Polri, Pemda, Bulog, Diskoperindag, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan, serta instansi terkait lainnya.

Top 5 Berita: Karyawan Bank Keliling Tewas hingga Ayah Bacok Dua anak Kandungnya

Pembaca banyak tertarik pemberitaan peristiwa, hukum dan pemerintahan.

Tanpa Ronaldo, Al Nassr Hajar Pakhtakor 6-2 di AFC Champions League Elite

Bermain sebagai tim tamu tidak membuat mental Al Nassr ciut. Justru mereka langsung menekan sejak menit awal.

Heboh! Seorang Perempuan Tuntut Pajak Pembalut ke Mahkamah Konstitusi

Pemohon menuntut kepastian hukum yang adil atas barang kebutuhan pokok yang memperoleh fasilitas PPN.