Sabtu, 31 Okt 2026 19:44 WIB

Roadshow Film Piye To Kih di Mojokerto, Angkat Genre Komedi, Cinta dan Persahabatan

  • Penulis : Redaksi
  • | Sabtu, 31 Okt 2026 18:26 WIB
Pemeran film piye to kih saat roadshow di Kota Mojokerto. (Supri/selalu.id)
Pemeran film piye to kih saat roadshow di Kota Mojokerto. (Supri/selalu.id)

selalu.id - Tim film Piye To Kih? menggelar roadshow di CGV Sunrise, Kota Mojokerto. Sutradara bersama beberapa para pemeran langsung menyapa penonton dan berbagi cerita di balik layar.

Film komedi Jawa yang diangkat dari Woko Channel ini akan tayang perdana di seluruh bioskop Indonesia pada 19 November 2026. Diproduksi oleh PT Mirakel Sinema Imaji dan disutradarai Ito Mavin, film ini membawa wajah-wajah Woko Channel ke industri layar lebar.

Baca Juga: Gudang Produksi Pintu di Mojokerto Ludes Terbakar, Kerugian Rp200 Juta

Ito Mavin mengaku sudah lama melihat potensi besar Woko Channel. Ia menilai gaya akting para pemain sudah sangat mumpuni untuk naik ke medium yang lebih besar.

"Saya pribadi melihat potensi dari daerah seperti Woko Chanel ini udah dari lama. Saya berpikir kenapa tidak berkolaborasi dengan artis papan atas seperti Dara Sarasvati dan Gabriella Desta" kata Ito, Sabtu (31/10/2026).

Komunikasi awal dengan tim Woko Channel dilakukan pada awal 2025. Proses pengembangan cerita hingga persiapan dilakukan hingga akhirnya syuting dimulai Oktober 2025.

"Seperti yang saya prediksi sejak awal, tidak ada hambatan yang berarti ketika mengarahkan para pemain dari daerah, terutama dari Woko Channel. Kan sudah terbiasa akting. Film ini sudah lolos sensor dengan kriteria 13 plus atau 13 tahun keatas," jelasnya.

Film ini memadukan genre drama, komedi, percintaan dan persahabatan. Namun menurut Ito, genre hanyalah "kendaraan" untuk menyampaikan pesan utama.

"Pesan tentang memantaskan diri. Seringkali kita melihat bahwa banyak orang berusaha menjadi orang lain untuk mendapatkan sesuatu. Kita lihat kedepan, jika film ini banyak yang menonton dan diterima akan saya pikirkan untuk piye to kih 2," paparnya.

Baca Juga: Elf Bawa Rombongan dari Bojonegoro Rem Blong di Pacet, 4 Orang Patah Kaki-Tangan

Tokoh utama dipegang Heri Candra sebagai Mukidi, beradu akting dengan Dara Sarasvati sebagai Sukma. Pemain lain yang ikut serta yakni Sutrisno Agung sebagai Gendut, Eko Dunung sebagai Penyok, Gabriella Desta sebagai Bunga, serta Mbak Mintul dan Pak No.

Sementara, salah satu tantangan terbesar bagi Mukidi adalah beradegan di film layar lebar pertamanya memakai Bahasa Indonesia dan berakting dengan Sukma yang berwujud arwah di dalam boneka.

"Tantangannya pakai dialog Bahasa Indonesia karena di Woko Chanel sehari-hari pakai Bahasa Jawa," kata Heri Candra alias Mukidi.

Sinopsis film

Baca Juga: POPDA dan Peparpeda 2024 Dongkrak Prestasi, Kota Mojokerto Bidik 10 Besar

Mukidi ingin membuktikan dirinya siap menikahi Bunga, perempuan impiannya, dengan cara membeli rumah sendiri.

Namun rencananya berantakan setelah hubungan mereka kandas. Mukidi justru membeli rumah tua murah dan di sanalah ia bertemu Sukma, perempuan misterius dari alam berbeda.

Masalah makin rumit karena mereka tidak hanya beda alam, tapi juga beda keyakinan. Bersama sahabatnya Gendut dan Penyok, Mukidi pun terseret dalam kekacauan kisah cinta, persahabatan, dan hal-hal tak terduga.

Dengan balutan logat Jawa yang kental dan humor khas Woko Channel, Piye To Kih? diharapkan bisa menjadi angin segar perfilman daerah di layar bioskop nasional.

Editor : Achmad Supriyadi
Berita Terbaru

Bupati Jember Gus Fawait Turun Gunung Sosialisasikan Layanan Bunga Desaku

Gus Fawait menegaskan bahwa pengurusan administrasi kependudukan, khususnya Kartu Tanda Penduduk (KTP), tidak dipungut biaya.

Melihat Tradisi Tedak Sinten di Nganjuk, Sebar Uang Koin hingga Jadi Rebutan

selalu.id - Warga Dusun Kepuhtelu, Desa Balongrejo, Kecamatan Bagor, Kabupaten Nganjuk masih melestarikan tradisi adat Jawa Piton-Piton atau yang juga dikenal

Polisi Bongkar Pengemasan Ulang Beras SPHP di Pasuruan, Empat Orang Diamankan

Pengungkapan tersebut merupakan tindak lanjut atas laporan masyarakat yang mencurigai adanya pengemasan ulang beras SPHP.

Edukasi Keluarga Sakinah, Kemenag Jatim Sabet Tiga Penghargaan Nasional

Tahun ini, program diikuti oleh 1.941 KUA dari 309 kabupaten/kota di 24 provinsi, menghasilkan 6.713 laporan kegiatan dengan sekitar 600.000 peserta.

Momen Pria asal Nganjuk Hilang 20 Tahun Akhirnya Kembali ke Keluarga

Selama sebulan terakhir ia dirawat oleh polisi bernama Purnomo yang terkenal dengan Purnomo Belajar Baik di Lamongan.

Rekomendasi Wisata Taman Bunga di Malang dan Batu yang Instagramble, Cocok Buat Liburan

Pas banget buat healing bareng keluarga, teman, atau pasangan.