selalu.id - Sebuah minibus elf bernopol S 7009 B mengalami rem blong di turunan ekstrem Gotean, Desa Pacet, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto sekitar pukul 16.30 WIB, Rabu (28/10/2026)
Kendaraan yang ditumpangi 17 orang satu keluarga asal Bojonegoro itu berhasil berhenti setelah menabrak tumpukan sekam yang berfungsi sebagai jalur penyelamat.
Baca juga: POPDA dan Peparpeda 2024 Dongkrak Prestasi, Kota Mojokerto Bidik 10 Besar
Kanit Gakkum Satlantas Polres Mojokerto, Ipda M Jeepsal Putra Pratama, menjelaskan kendaraan tersebut baru selesai berwisata dari Kota Batu.
"Keterangan dari sopir, elf ini berasal dari Batu, selesai dari wisata, mengarah ke arah Pacet," ketanya kepada selalu.id.
Rombongan melintas jalur Cangar menuju Bunderan Pacet. Sesampainya di turunan Gotean, rem kendaraan diduga tidak berfungsi atau blong.
"Dugaan sementara dari hasil olah TKP, tidak ada bekas rem, dengan artian sementara ini yaitu dugaan adanya rem blong," jelas Jeepsal.
Beruntung ada tumpukan sekam di sisi jalan yang menghentikan laju elf. Tanpa halangan itu, kendaraan berpotensi masuk jurang di bawahnya.
Baca juga: Top 5 Berita: Pengelolaan Wisata Sejarah hingga Revitalisasi Pasar Keputran
Akibat kecelakaan ini, seluruh penumpang mengalami luka-luka dan syok.
"Untuk korban luka-luka, yaitu terdiri dari 4 korban patah tulang, 1 orang cedera kepala, dan 3 orang mengalami luka-luka," ungkapnya.
Secara rinci, empat orang mengalami patah kaki. Satu orang lainnya mengalami patah kaki, patah tangan, dan luka di kepala.
Seluruh korban langsung dievakuasi ke RS Sumber Glagah, Kecamatan Pacet untuk mendapatkan perawatan.
Baca juga: Gegara Utang Istri, Pria Bacok Penagih di Mojokerto
Jeepsal menyebut rombongan berasal dari Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro. Sopir mengaku baru pertama kali melewati jalur Cangar-Pacet setelah melihat petunjuk Google Maps.
"Saat ini kami masih mendalami kecelakaan ini," tandasnya.
Kasus ini menjadi pengingat bagi pengendara untuk lebih berhati-hati saat melintas di jalur turunan Cangar-Pacet yang dikenal ekstrem dan rawan rem blong.
Editor : Zein Muhammad