Syaiful Nurudin, salah satu korban selamat tragedi KM Virgo Transport 8 yang tenggelam di Laut Jawa pulang ke rumahnya di Desa Jatijejer, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto.
Pria 35 tahun itu disambut isak tangis haru keluarga dan warga yang sudah menunggu kepulangannya. Ia pulang kerumahnya diantar oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur.
Baca juga: Nasi Jagung Mbah Suci, Porsi Kuli Hanya 4.000 yang Buka 40 Tahun di Mojokerto
Pria yang dikenal sebagai sopir itu didampingi oleh istrinya Ela Nur Istika (29), serta kedua anaknya yang masih berusia 9 tahun dan 14 bulan.
Syaiful disambut lantunan salawat serta beberapa tradisi seperti disiram air kembang, dikalungi uang kertas hingga diberi pakaian jubah warna putih beserta kopiah.
Hal itu dilakukan sebagai ungkapan rasa syukur atas keselamatannya setelah melalui kejadian yang menegangkan saat KM Virgo Transport 8 mengalami musibah.
Salah satu warga sekitar Idawati, mengatakan masyarakat sangat antusias menyambut kepulangan Syaiful ke rumahnya dan berkumpul dengan keluarganya serta berharap bisa segera beraktivitas seperti sedia kala.
"Alhamdulillah warga sekitar antusias sekali atas kedatangan Pak Saiful. Tujuannya agar pak Saiful bisa menjalankan aktivitas lagi usai tenggelam dan selamat, seperti hidup baru lagi dan mengais rezeki nyopirnya lancar," kata Idawati, Rabu (23/9/2026) malam.
Baca juga: Polisi Bongkar Pabrik Oli Palsu Beromzet Rp260 Juta di Mojokerto, Ini Mereknya
Sementara, Syaiful Nurudin mengaku bersyukur bisa kembali berkumpul bersama keluarga setelah mengalami kejadian yang tidak mudah dilupakan.
"Ya alhamdulillah senang bisa berkumpul keluarga kembali," ucapnya.
Meski sudah berada di rumah dan bertemu keluarga, Syaiful masih terlihat menyimpan trauma akibat kejadian yang dialaminya. Ia belum banyak berbicara terkait musibah tersebut.
Baca juga: Sindikat Scamming Internasional Dibongkar di Mojokerto, 23 WNA Diimingi Gaji 1000 US Dolar
"Gak bisa cerita panjang, masih ada rasa trauma," singkatnya.
Dilokasi yang sama, istri Syaiful Nur Istika tak kuasa menahan tangis saat sanak keluarga dan kerabat mendatangi kediamannya tersebut, ia mengaku tak bisa mengucapkan kata-kata lagi selain rasa syukur.
"Pokoknya alhamdulillah, gak bisa diucapkan lagi," pungkasnya.
Editor : Achmad Supriyadi