Lhuk, Pria Bertato di TikTok Ini Tantang Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi 

Reporter : Ade Resty
Screenshot video TikTok @edi.macan7

selalu.id - Video seorang pria bertato yang mengaku membela masyarakat kecil viral di media sosial. 

Dalam video tersebut, di akun TikTok @edi.macan7 pria itu menantang pihak yang disebutnya membela pemerintah dan menyinggung penertiban parkir di Surabaya.

Baca juga: Jukir Liar yang Keroyok Pengendara Mobil di Surabaya Diamankan, Ini Tampangnya

Pria yang terlihat mengenakan kaus tanpa lengan itu menyampaikan pernyataannya dengan nada tinggi. Ia menegaskan, penampilan bertato tidak otomatis membuat seseorang menjadi preman.

“Tak tantang sama saya, badan saya bertato tapi saya bukan preman bro,” ucapnya video akun @edi.macan7, yang diunggah Selasa (8/9/2026) lalu.

Ia juga menyatakan kesiapannya mengumpulkan rekan-rekannya dari LSM dan media untuk mengumpulkan data terkait persoalan yang terjadi di Surabaya.

“Tak kumpulkan semua rekan-rekan saya LSM media itu, ayo gak apa-apa, tak kumpulkan data semua yang ada di Surabaya ini,” katanya.

Pria bernama akun TikTok Edi Macan tersebut menyinggung penertiban parkir yang menurutnya berdampak pada masyarakat kecil. Ia mengaku tidak memiliki kepentingan sebagai tukang parkir, tetapi ingin membela orang-orang yang kesulitan memenuhi kebutuhan hidup.

“Siapapun, pak, yang sifatnya orang itu tidak punya, orang susah, orang pekerjaannya hanya berapa rupiah, ya, saya bela, pak,” ujarnya.

Baca juga: Tidak Diberi Uang, Jukir Liar Ngamuk Pukul dan Ludahi Pengendara Mobil di Surabaya

Pria itu kemudian menyoroti keberadaan juru parkir yang hanya mengandalkan pendapatan harian. Ia mempertanyakan penertiban parkir apabila tidak disertai solusi bagi masyarakat yang kehilangan penghasilan.

“Kalau memang ingin bebas parkir, pak, ya, kalian, pak, bukan jukir, kalian karyawan, kalian sudah ada pemasukan, kalian sudah ada aset, tapi mereka-mereka ini butuh makan,” katanya.

Pria ini juga mengingatkan Eri terkait penertiban parkir dibanding penertiban praktek pitrad dan hiburan malam.

"Tak tantang sama saya, tak kumpulkan data pitrad. Berani gak? Arek-arek posting, ekspos gak direken kok ngomong penertiban sing duwek rong ewu. Opo kon iku," ujarnya lagi.

Baca juga: Cara Keren Warga Pucang Sewu Surabaya Tertibkan Parkir Liar, Pakai CCTV hingga Denda Rp500 Ribu

Ia juga membandingkan penertiban pada masa kepemimpinan Tri Rismaharini dengan kondisi yang menurutnya terjadi saat ini.

“Risma gak tau ngudek parkir, gak tau nguruk PKL, nertipan-nertipan, tapi sewajarnya dia, memberikan relokasi, memberikan tempat yang layak,” ucapnya.

Pria tersebut menegaskan, dirinya tidak membenarkan tindakan premanisme. Namun, ia meminta masyarakat tidak menilai seseorang hanya dari penampilan.

“Jangan melihat orang dari casingnya,” katanya.

Editor : Redaksi

Kemensos Hadir
Berita Terpopuler
Berita Terbaru