selalu.id – Partai Golkar Surabaya mulai menyiapkan strategi untuk menghadapi perubahan peta politik di Kota Pahlawan.
Dalam Rakerda, Golkar memasang target menggandakan perolehan kursi DPRD Surabaya dari lima menjadi 10 kursi.
Baca juga: Ditanya Peluang Eri Cahyadi, Ketua Golkar Jatim Malah Spil Nama Blegur untuk Pilgub 2029
Ketua DPD Golkar Jawa Timur Ali Mufthi mengatakan target tersebut harus dijawab dengan konsolidasi hingga tingkat paling bawah.
Menurut dia, Rakerda menjadi bagian dari upaya menyusun sistem kerja yang nantinya dijalankan bersama seluruh elemen partai.
“Jadi kita ini kan organisasi yang sudah diakui oleh siapapun bahwa Golkar adalah organisasi modern. Salah satu ciri dari organisasi modern itu adalah bagaimana membuat sebuah sistem yang itu disepakati bersama. Dan sistem itu ada di Rakerda ini,” kata Ali Mufhti, usai Rapat Rakerda Golkar Surabaya, di Hotel Wyhndam, Minggu (13/9/2026).
Ali Mufthi menegaskan, konsolidasi menjadi fokus Golkar sebelum berbicara lebih jauh mengenai kontestasi politik berikutnya.
“Kita lihat waktu dan momentum. Sekarang masih fokus di konsolidasi. Siapapun kader partai boleh memosisikan diri mau ke mana, silakan. Tapi kita fokus konsolidasi dulu,” ujarnya.
Di sisi lain, Ali Mufthi menyebut target penambahan kursi harus diperjuangkan secara maksimal oleh Golkar Surabaya. Namun, dia menyerahkan angka teknis target tersebut kepada kepengurusan Golkar Surabaya.
“Ya, tentu ada naiklah. Tentu naik, cuma berapanya terserah ketua. Tapi harus berjuang maksimal biar naiknya juga maksimal,” ujarnya.
Baca juga: Arif Fathoni Mulai Didorong ke Pilwali Surabaya 2029, Begini Respon Golkar Jatim
Sementara itu, Ketua DPD Golkar Surabaya Akmarawita Kadir menyebut target 10 kursi merupakan komitmen yang telah disiapkan sejak kepengurusan dilantik.
Saat ini Golkar Surabaya memiliki lima kursi di DPRD Surabaya. Untuk menggandakan jumlah tersebut, partai akan memperkuat struktur di tingkat kecamatan hingga kelurahan.
Kadir menyebut Golkar memiliki struktur di 31 kecamatan yang nantinya dilanjutkan dengan pembentukan kepengurusan di tingkat kelurahan. Program kerja di tingkat bawah diarahkan untuk lebih banyak menyentuh persoalan warga.
“Jadi dengan adanya pengukuhan ini mereka sadar bahwa sebenarnya tugas dan fungsi kecamatan ini sangat berat,” kata Kadir .
Selain konsolidasi struktur, Golkar Surabaya juga mulai menyiapkan skenario menghadapi kemungkinan perubahan daerah pemilihan. Akmarawa mengatakan pihaknya masih menunggu kepastian mengenai pemekaran dapil.
Baca juga: Jam Operasional Tak Relevan, Perda Surabaya Diprotes Pedagang Buah Pasar Tanjung Sari
Menurut dia, Golkar telah membuat pemetaan untuk sejumlah kemungkinan, termasuk jika Surabaya nantinya terbagi menjadi tujuh atau delapan dapil.
“Kalau misalnya memang DAPI itu mekar ya, mungkin 7, 8 gitu, ya kita sudah siapkan,” ujarnya.
Pemetaan tersebut mencakup penataan kembali calon legislatif dan konstituen yang telah dimiliki partai. Strategi berbeda juga disiapkan berdasarkan skenario jumlah dapil yang nantinya ditetapkan.
“Kami juga sudah melakukan pemetaan data. Terhadap pemetaan data itu tentu saja dengan proyeksi ke depan, kalau DAPI-nya 7 seperti apa, kalau DAPI-nya 8 seperti apa,” tutupnya .
Editor : Redaksi