Ini Nama Dapur SPPG yang Diduga Bikin Ratusan Santri di Sidoarjo Keracunan MBG

Reporter : Ariyanto
Para santri atau siswa Ponpes Manba'ul Hikam Sidoarjo korban keracunan MBG saat dievakuasi ke rumah sakit. (Foto: Ariyanto/selalu.id).

selalu.id - Badan Gizi Nasional (BGN) menyebut dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang diduga membuat ratusan santri Yayasan Ponpes Manba'ul Hikam Sidoarjo keracunan, itu adalah milik Yayasan Indonesia Makmur Mandiri.

Dapur SPPG itu berlokasi di daerah Kalitengah, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo.

Baca juga: Ratusan Santri Sidoarjo Keracunan MBG Dirawat di 7 Rumah Sakit, Ini Daftarnya

Wakil Koordinator Regional Provinsi Jawa Timur BGN, Teguh Bayu Wibowo, menjelaskan bahwa pihak BGN menerima laporan kejadian tersebut sekitar pukul 17.00 WIB.

Tim langsung mendatangi lokasi untuk berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) serta jajaran Forkopimda Sidoarjo.

"Kami mendapat informasi sekitar pukul 17.00 WIB. Karena itu, kami langsung merapat ke sini dari provinsi. Kami melihat secara langsung kondisi di lapangan dan berkoordinasi dengan Dinkes serta jajaran Forkopimda Sidoarjo," ujar Teguh di Sidoarjo, Selasa (1/9/2026) malam.

Teguh menyapaikan apresiasi atas respons cepat dari Forkopimda Sidoarjo dalam penanganan para korban.

"Alhamdulillah, jajaran Forkopimda Sidoarjo sangat cepat dan tanggap," ujarnya.

SPPG yang dikelola Yayasan Indonesia Makmur Mandiri tersebut berlokasi di Jalan Raya Tanggulangin Nomor 5, Kedunganten, Kalitengah, Tanggulangin, Sidoarjo.

Berdasarkan dokumen penetapan, fasilitas pelayanan baru tersebut dipimpin oleh Rafli Ridho sebagai Kepala SPPG.

Baca juga: Santri Keracunan MBG di Ponpes Manba'ul Hikam Sidoarjo Bertambah, Kini Tembus 367

Dalam inspeksi mendadak (sidak) yang digelar, tim gabungan menguji seluruh rantai penyediaan makanan, mulai dari proses pengolahan bahan, penyimpanan, pengemasan, hingga tahap distribusi ke penerima manfaat.

Kendati demikian, BGN belum menarik kesimpulan resmi bahwa santapan dari SPPG Kalitengah merupakan penyebab utama keracunan massal ini.

Informasi awal menyebutkan bahwa paket makanan MBG yang dikonsumsi para santri didistribusikan dari SPPG Kalitengah sebelum waktu zuhur. Namun, BGN menegaskan kabar tersebut masih dalam tahap verifikasi mendalam.

"Kami masih melakukan evaluasi dan investigasi. Informasi mengenai makanan MBG yang dikonsumsi para santri berasal dari SPPG Kalitengah. Kami dapatkan dari keterangan pengasuh pondok pesantren. Namun, hal itu masih kami dalami," jelas Teguh.

Guna memastikan penyebab pasti gangguan kesehatan massal ini, sampel makanan telah diamankan dan dikirim ke laboratorium oleh pihak Dinkes bersama Polresta Sidoarjo.

Baca juga: Kronologi Menegangkan Ratusan Santri di Ponpes Manba'ul Hikam Sidoarjo saat Keracunan MBG

Hingga kini, ratusan santri yang terdampak telah dievakuasi dan mendapatkan perawatan medis intensif di sejumlah rumah sakit di wilayah Sidoarjo.

Atas peristiwa ini, pihak BGN menyampaikan permohonan maaf terbuka dan memastikan fokus utama saat ini adalah kesembuhan para korban.

"Kami meminta maaf kepada para korban. Untuk saat ini, kami fokus pada penanganan korban. Kami mohon maaf atas kejadian ini," tutur Teguh.

Seluruh hasil pemeriksaan laboratorium dan evaluasi lapangan terkait SPPG Kalitengah nantinya akan dilaporkan langsung ke pimpinan pusat BGN untuk menentukan langkah hukum dan kebijakan selanjutnya.

Editor : Zein Muhammad

Kemensos Hadir
Berita Terpopuler
Berita Terbaru