Kronologi Menegangkan Ratusan Santri di Ponpes Manba'ul Hikam Sidoarjo saat Keracunan MBG

Reporter : Ariyanto
Bupati Sidoarjo Subandi saat terjun langsung ke Ponpes Manba'ul Hikam untuk mengecek para santri yang keracunan MBG. (Foto: Ariyanto/selalu.id)

selalu.id - Sebanyak 112 santri di Yayasan Pondok Pesantren Manba’ul Hikam (Mahika), Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, keracunan usai menyantap hidangan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kondisi tersebut membuat suasana pesantren memanas secara bertahap sejak siang hingga sore hari, Selasa (1/9/2026).

Baca juga: Update Keracunan MBG di Ponpes Manba'ul Hikam Sidoarjo, Korbannya 112 Santri

Sejumlah santri mulai mengeluhkan sakit perut tak tertahan hingga harus bolak-balik ke kamar mandi.

Mudir Pondok Pesantren Manba’ul Hikam, Arifudin, mengungkapkan bahwa gelombang keluhan santri awal mulanya ditangani secara mandiri di pos kesehatan pesantren (poskestren). Namun, jumlah santri yang tumbang terus bertambah seiring berjalannya waktu.

"Sakit perut itu ada yang langsung ke kamar mandi. Setelah itu langsung kita bawa ke poskestren. Yang sakit kita obati secara mandiri karena kita punya poskestren di sini," kata Arifudin kepada selalu.id di lokasi.

Situasi kian mengkhawatirkan memasuki pukul 17.00 WIB. Tercatat sedikitnya 25 santri mengalami gejala yang lebih berat, seperti muntah-muntah dan lemas. Pihak pesantren pun bergerak cepat merujuk 25 santri tersebut ke RSUD Sidoarjo guna mendapatkan penanganan medis darurat.

Baca juga: Puluhan Santri Ponpes Manba'ul Hikam Sidoarjo Keracunan MBG

"Jam 5 sore itu sudah sekitar 25 anak. Bahkan sudah ada yang muntah dan lemes," sebut Arifudin.

Ia membeberkan, hidangan MBG tersebut sebenarnya dipasok oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berlokasi tak jauh dari kawasan pesantren.

Program ini sejatinya telah berjalan hampir satu tahun tanpa pernah memicu masalah. Makanan itu dikonsumsi sekitar 1.000 orang di lingkungan pesantren, termasuk siswa MTs dan unit pendidikan lainnya.

Baca juga: Kasus Temuan Limbah Medis B3 di Tambak Sumur Sidoarjo Kini Diselidiki Polisi, Ada Dugaan Black Campaign

Namun, sebelum insiden keracunan ini mencuat, beberapa santri sempat menaruh curiga pada salah satu menu yang disajikan.

"Anak-anak sebenarnya merasa nyaman dan enak selama ini, tidak ada kendala. Tapi tadi ada laporan dari santri, sayurnya katanya agak kecut," kata Arifudin.

Hingga kini, penyebab pasti keracunan massal yang menimpa ratusan santri tersebut masih dalam penyelidikan marathon pihak berwenang dan dinas kesehatan setempat. Pihak medis juga terus memantau perkembangan kondisi para santri yang menjalani perawatan.

Editor : Zein Muhammad

Kemensos Hadir
Berita Terpopuler
Berita Terbaru