selalu.id - Puluhan santri di Yayasan Pondok Pesantren Manba'ul Hikam (Mahika), Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, mendadak mengalami gejala keracunan massal, Selasa (1/9/2026).
Peristiwa tersebut diduga terjadi usai para santri mengonsumsi sajian Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk jatah makan siang.
Baca juga: Update Keracunan MBG di Ponpes Manba'ul Hikam Sidoarjo, Korbannya 112 Santri
Informasi yang dihimpun di lokasi menyebutkan, keluhan kesehatan mulai dirasakan sejumlah siswa tak lama setelah menyantap makanan yang dibagikan.
Disebut ada perbedaan mekanisme pembagian menu MBG pada hari kejadian dibandingkan hari-hari sebelumnya.
"Selama ini MBG yang diterima dan dikonsumsi siswa aman-aman saja. Kali ini siswa mengalami keracunan ketika mendapat MBG melalui ompreng," ujar pihak pengelola yayasan saat ditemui di lokasi dan enggan menyebutkan namanya kepada selalu.id.
Sebelumnya, jatah makanan MBG dibagikan kepada para santri dengan menggunakan wadah baskom atau dibagikan secara langsung. Selama skema tersebut berjalan, tidak pernah ditemukan kendala maupun gangguan kesehatan pada siswa.
Meski demikian, pihak yayasan menegaskan bahwa penggunaan wadah ompreng belum bisa disimpulkan sebagai penyebab utama insiden ini. Sumber keracunan masih perlu dibuktikan secara medis dan laboratorium oleh instansi terkait.
Baca juga: APBD Sidoarjo 2027 Naik jadi Rp5,15 T, Fokus Perbaiki Infrastruktur dan Kesehatan
Saat ini, pihak berwenang bersama tim medis masih melakukan penelusuran di lapangan untuk memetakan kronologi kejadian, menguji sampel makanan yang dikonsumsi, serta mendata jumlah santri yang membutuhkan penanganan medis lebih lanjut.
Hingga kini pula, data resmi terkait jumlah pasti korban maupun kondisi detail kesehatan para santri masih menunggu konfirmasi dari pihak berwenang.
Editor : Zein Muhammad