Bupati Subandi Salurkan Insentif Rp4,2 Juta ke Setiap Guru Ngaji di Sidoarjo

Reporter : Ariyanto
Bupati Sidoarjo Subandi saat menyalurkan intensif guru ngaji. (Foto: Ariyanto/selalu.id).

selalu.id - Komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo dalam memperkuat pendidikan karakter berbasis keagamaan terus digencarkan.

Tahun ini, sebanyak 5.500 guru Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) atau guru ngaji menerima kucuran insentif sebagai bentuk apresiasi dan dukungan terhadap dedikasi mereka mendampingi generasi muda di era urbanisasi.

Baca juga: Golkar Sidoarjo Kumpulkan Elite Parpol di Lapangan Hijau Lewat Fun Mini Soccer

Pencairan insentif diserahkan secara simbolis di Pendopo Delta Wibawa. Setiap penerima mengantongi bantuan sebesar Rp4,2 juta untuk alokasi satu tahun penuh.

Bupati Sidoarjo Subandi menegaskan, bantuan keuangan tersebut harus diterima secara utuh oleh para pendidik tanpa ada pemotongan dalam bentuk apa pun.

"Yang kami berikan per tahun Rp4,2 juta. Tidak boleh ada potongan," tegasnya, Kamis (20/8/2026).

Menurut Subandi, keberadaan guru ngaji memiliki dimensi strategis yang tidak sekadar mengajarkan baca-tulis Al-Qur’an. Lebih jauh, para pengajar merupakan benteng utama dalam menanamkan fondasi moral dan akhlak anak sejak dini.

Peran tersebut dinilai kian krusial mengingat pesatnya dinamika Kota Delta sebagai wilayah urban. Kesibukan orang tua bekerja kerap membuat ruang pembinaan agama anak bergantung pada lembaga pendidikan keagamaan.

"Insya Allah ini fondasi bangsa yang melahirkan generasi sukses. Terutama memberikan pendidikan kepada anak-anak kita yang selama ini belum bisa mengaji," tambahnya.

Atas dasar itu, Pemkab Sidoarjo memastikan program insentif guru TPQ akan terus dipertahankan sebagai bagian dari investasi jangka panjang bidang sumber daya manusia.

Baca juga: HMI Sidoarjo Siap Bantu Pemerintah Berantas Miras Ilegal hingga Pencegahan HIV/AIDS

Namun, di tengah bergulirnya program ini, Subandi mengingatkan agar lingkungan TPQ tetap netral dan steril dari dinamika politik praktis.

"Guru-guru ngaji ini tidak usah ikut-ikut politik. Tidak boleh. Biarkan mereka fokus membimbing anak-anak kita dan memberikan fondasi agama," jelas Subandi.

Penerima bantuan disaring ketat berdasarkan data administrasi pendidikan keagamaan serta kepemilikan KTP Sidoarjo.

Subandi menyebut kuota penerima masih dinamis dan berpeluang menyesuaikan hasil pembaruan data secara berkala.

Baca juga: BPJS Ketenagakerjaan Sidoarjo Tembus 46,27 Persen, Pemkab Bidik Pekerja Rentan

Selain insentif personal, Pemkab Sidoarjo juga membuka akses bantuan sarana dan prasarana bagi lembaga TPQ yang membutuhkan penunjang fasilitas belajar-mengajar.

Apresiasi datang dari kalangan pengajar. Ziah, guru TPQ Nurrohma Magersari, menilai insentif ini merupakan bentuk nyata perhatian pemerintah daerah yang menyuntikkan semangat baru bagi para pendidik.

"Untuk besarannya Rp4,2 juta dan sudah kami terima. Ini jadi penyemangat bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran," ungkap Ziah.

Subandi pun berpesan agar bantuan dimanfaatkan secara bijak, serta senantiasa menempatkan aktivitas mengajar sebagai bentuk ibadah pengabdian bagi bangsa.

Editor : Zein Muhammad

Kemensos Hadir
Berita Terpopuler
Berita Terbaru