Jawa Barat Tekuk Tuan Rumah Jatim 4-1 di Laga Pembuka Soekarno Cup U-17

Reporter : Zein Muhammad
Banteng Jawa Timur saat melawan Banteng Jawa Barat dalam laga pembuka turnamen Soekarno Cup 2026 yang digelar di Stadion Gelora 10 November, Tambaksari, Surabaya. (Dok. Istimewa).

selalu.id - Gemuruh sorak lebih dari 7.000 penonton membakar semangat Stadion Gelora 10 November, Tambaksari, Surabaya, Senin (10/8/2026) sore.

Sebanyak 400 talenta sepak bola muda dari 16 provinsi resmi memulai perjuangannya dalam ajang bergengsi Soekarno Cup U-17 2026.

Baca juga: Soekarno Cup 2026 Resmi Bergulir di Surabaya, Wadah Pemersatu Talenta Muda Sepak Bola

Turnamen yang diinisiasi oleh Prananda Prabowo ini dibuka dengan kemegahan atraksi drum band, alunan musik Nusantara, hingga pertunjukan seni tradisional seperti reog, bantengan, jaranan, dan tarian kontemporer.

Perpaduan ciamik antara olahraga dan budaya ini menyulap arena pertandingan menjadi panggung persatuan bangsa.

Legenda Tim Nasional Indonesia sekaligus Juru Bicara Soekarno Cup, Anang Ma'ruf, menegaskan bahwa kompetisi kelompok umur seperti ini menjadi fondasi vital bagi masa depan sepak bola tanah air.

"Kompetisi menjadi ruang bagi pemain muda untuk mendapatkan pengalaman bertanding sekaligus membentuk mental dan karakter sebagai atlet," ungkap pemilik 31 penampilan bersama Timnas Indonesia tersebut di sela pembukaan.

Menurutnya, pembinaan usia muda tak cuma soal mengasah teknik di lapangan, tetapi juga menempa kedisiplinan, sportivitas, dan kerja sama tim.

Senada dengan hal itu, Ketua Panitia Nasional Soekarno Cup, Komarudin Watubun, menyebutkan bahwa pertunjukan seni dan parade kontingen menjadi simbol keberagaman Indonesia yang dipersatukan oleh si kulit bundar.

"Setiap kontingen membawa identitas daerahnya masing-masing, tetapi seluruhnya bertemu dalam satu arena melalui sepak bola," tuturnya.

Komarudin menekankan, perpaduan olahraga dan budaya bertujuan mencetak generasi muda yang tak hanya berprestasi sebagai atlet, melainkan juga berkarakter dan mencintai budaya bangsa.

Antusiasme tinggi juga dirasakan langsung para penggawa di lapangan. Gema Farand, pemain Banteng Jatim FC U-17, mengaku bangga bisa terlibat dalam ajang skala nasional ini.

Baca juga: Wakil Ketua DPRD Jatim Sri Wahyuni jadi Tergugat di PN Surabaya, Segera Jalani Sidang

"Selain bermain bola, kami juga membangun persahabatan tanpa melihat suku, agama, dan daerah," ungkapnya.

Dukungan penuh turut disampaikan Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Said Abdullah. Ia menilai kehadiran 400 pemain dari berbagai pelosok negeri menunjukkan besarnya potensi sepak bola usia muda yang wajib terus ditampung dan difasilitasi.

"Ada 400 talenta muda dari 16 provinsi yang datang ke sini. Mereka membawa karakter dan gaya bermain dari daerah masing-masing," kata Said.

Ia berharap Soekarno Cup 2026 yang dihelat di tiga wilayah: Surabaya, Gresik, dan Bangkalan ini mampu menjadi batu loncatan para pemain menuju jenjang profesional.

Laga Pembuka: Jabar Tekuk Jatim 4-1

Baca juga: DPRD Surabaya Desak Inspektorat Usut Tuntas Penipuan Loker Pemkot oleh Oknum Dishub dan Satpol PP

Usai seremoni pembukaan, tensi tinggi langsung tersaji di laga perdana yang mempertemukan tuan rumah Banteng Jawa Timur U-17 melawan Banteng Jawa Barat U-17 di Stadion Gelora 10 November.

Banteng Jatim U-17 sempat menghentak publik tuan rumah lewat gol cepat Umar Thoriq di menit ke-4. Namun, Banteng Jabar U-17 tampil tak terbendung dan membalikkan keadaan secara meyakinkan.

M. Ramdan Maulana tampil sebagai bintang lapangan setelah mencetak hattrick pada menit ke-25, 43, dan 79.

Keunggulan Jabar kian tak terkejar usai Mohammad Hirsan Malik mengunci kemenangan menjadi 4-1 lewat golnya pada masa injury time (90+3').

Editor : Arif Ardianto

Kemensos Hadir
Berita Terpopuler
Berita Terbaru