Pinjaman Rp786 Miliar Pemkab Jember Diharapkan Dongkrak Infrastruktur dan Ekonomi Warga

Reporter : Ahmad Nurul Wijaya
Sekda Jember Achmad Imam Fauzi saat live di Pendopo Wahyawibawagraha. (Foto: Nurul/selalu.id).

selalu.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember menyiapkan pembiayaan daerah sebesar Rp786,573 miliar melalui PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) untuk mempercepat pembangunan infrastruktur dan fasilitas pelayanan publik pada 2027.

Pejabat Sekretaris Daerah Jember sekaligus Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), Achmad Imam Fauzi, mengatakan pembiayaan tersebut disiapkan sebagai strategi percepatan pembangunan, bukan karena kondisi kas daerah mengalami kekurangan.

Baca juga: MAKI Jatim Batal Gelar Aksi, Dukung Pinjaman Pemkab Jember Rp786,57 Miliar ke PT SMI

“Ini dana talangan untuk percepatan pembangunan, bukan karena kas daerah minus atau pemerintah kehabisan uang,” katanya, Senin (10/8/2026).

Fauzi menagatakan penundaan pembangunan justru berpotensi membuat biaya konstruksi semakin tinggi. 

Karena itu, Pemkab Jember memilih memanfaatkan skema pembiayaan dengan tetap memperhitungkan kemampuan fiskal daerah.

Dari total Rp786,573 miliar, sekitar Rp400 miliar dialokasikan untuk perbaikan jalan, dan Rp200 miliar untuk pengadaan Penerangan Jalan Umum (PJU).

Kemudian Rp130 miliar untuk pembangunan gedung dan pengadaan alat kesehatan RSD dr. Soebandi, serta Rp56,583 miliar untuk pembangunan fasilitas dan tempat tidur pasien RSD Balung.

"Sektor jalan menjadi salah satu prioritas karena masih terdapat sekitar 527,68 kilometer jalan dalam kondisi rusak ringan hingga berat yang membutuhkan penanganan," jelasnya.

Sementara pembangunan dan penambahan fasilitas rumah sakit dinilai mendesak karena tingkat keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Ratio (BOR) di RSD dr. Soebandi dan RSD Balung cukup tinggi.

“BOR dua rumah sakit daerah tersebut sangat tinggi, sehingga muncul urgensi untuk perluasan,” tegas Fauzi.

Baca juga: Survei PSC Ungkap PR Besar Kabupaten Jember, Dari Banjir hingga Kemacetan

Sementara Bupati Jember Muhammad Fawait menilai percepatan pembangunan dapat memberikan efek ekonomi lebih cepat kepada masyarakat.

“Kalau pembangunan dipercepat, manfaatnya juga lebih cepat dirasakan masyarakat, termasuk penyerapan tenaga kerja dan perputaran ekonomi,” katanya.

Perbaikan jalan diharapkan memperlancar distribusi hasil pertanian dan mobilitas warga. Pembangunan PJU ditargetkan meningkatkan konektivitas dan aktivitas masyarakat.

Sementara pengembangan rumah sakit diharapkan menambah kapasitas pelayanan kesehatan sekaligus membuka kebutuhan tenaga kesehatan.

Pemkab Jember menegaskan tidak mengambil seluruh pagu pembiayaan yang tersedia hingga Rp1 triliun. Nilai Rp786,573 miliar dipilih setelah mempertimbangkan kebutuhan pembangunan dan kemampuan membayar.

Baca juga: Samakan Persepsi, Gus Fawait Minta Homecare Jember Tak Salah Sasaran

Rencana pembiayaan tersebut masih harus melalui persetujuan DPRD Jember dan tahapan pemerintah pusat sebelum direalisasikan.

Pemkab Jember juga menyiapkan skema pengembalian dengan memperhitungkan kemampuan fiskal daerah. 

Untuk pembiayaan sektor kesehatan, pembayaran pokok dan bunga direncanakan bersumber dari pendapatan BLUD RSD dr. Soebandi dan RSD Balung.

Karena itu, keberhasilan pembiayaan tersebut nantinya tidak hanya diukur dari terserapnya anggaran, tetapi dari hasil nyata yang diterima masyarakat.

"Seperti jalan yang benar-benar membaik, PJU yang berfungsi, kapasitas rumah sakit yang bertambah, serta aktivitas ekonomi yang ikut bergerak," pungkas Fawait. (ADV).

Editor : Zein Muhammad

Kemensos Hadir
Berita Terpopuler
Berita Terbaru