Perempuan asal Surabaya Ditemukan Tewas Membusuk di Kamar Kos Sidoarjo, Ini Identitasnya

Reporter : Ariyanto
Korban saat dievakuasi petugas. (Foto: Ariyanto/selalu.id).

selalu.id - Aroma tidak sedap yang menyengat dari sebuah kamar kos di kawasan Klurak, Kecamatan Candi, Sidoarjo, mendadak gempar, Minggu (2/8/2026).

Warga bersama pihak keluarga menemukan penghuni kos bernama Nino (69) atau yang akrab disapa Mbah Nino, tewas mengenaskan di dalam kamarnya.

Baca juga: APBD Sidoarjo 2025 Surplus Rp61,7 Miliar, DPRD Minta Percepatan Penyerapan Belanja

Lansia perempuan asal Surabaya yang hidup sebatang kara tersebut ditemukan dalam kondisi mengenaskan usai beberapa hari hilang kontak dengan keluarganya.

Penemuan jasad Mbah Nino bermula dari kecemasan pihak keluarga yang berulang kali menghubungi korban lewat sambungan telepon hingga pesan singkat WhatsApp, namun tak kunjung mendapat jawaban.

Khawatir terjadi hal buruk, keluarga yang bermukim di Surabaya langsung mendatangi lokasi kos korban.

Setibanya di lokasi, pintu kamar kos korban dalam keadaan terkunci rapat dari dalam. Bersama warga sekitar, keluarga berusaha mengetuk dan memanggil Mbah Nino, namun tak ada sahutan sedikit pun.

Rasa curiga kian menguat seiring menyeruaknya bau busuk dari celah pintu. Pintu kamar pun akhirnya didobrak paksa.

Baca juga: Sederet Komitmen Pemkab Sidoarjo dalam Wujudkan Desa Anti Korupsi

Benar saja, Mbah Nino ditemukan sudah tak bernyawa di atas tempat tidurnya dengan kondisi jasad yang mulai membusuk. Korban diperkirakan telah menghembuskan napas terakhirnya beberapa hari sebelum ditemukan.

Salah seorang warga sekitar, Nia, menyebutkan bahwa Mbah Nino dikenal cukup aktif berinteraksi walau hidup seorang diri. Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, lansia tersebut kerap meminta bantuan tetangga.

"Biasanya beliau berkeliling meminta bantuan kepada warga sekitar untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Beberapa hari sebelum ditemukan meninggal, beliau sempat meminta bantuan kepada salah satu tetangga untuk membeli obat," ungkap Nia kepada selalu.id.

Baca juga: Pemkab Sidoarjo Sabet Penghargaan Nasional di Peringatan Harganas 2026

Nia menambahkan, warga terakhir kali melihat Mbah Nino beraktivitas sekitar tiga hari lalu. Setelah itu, keberadaannya tak lagi terlihat hingga akhirnya ditemukan dalam kondisi tak bernyawa.

Usai dievakuasi oleh petugas, jenazah Mbah Nino langsung dilarikan ke RS Bhayangkara Porong untuk menjalani proses otopsi dan pemeriksaan medis lebih lanjut.

Hingga kini, penyebab pasti kematian korban masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.

Editor : Zein Muhammad

Kemensos Hadir
Berita Terpopuler
Berita Terbaru