Usai Bentrokan, Kelompok Ormas dan Perguruan Silat di Surabaya Kini Sepakat jaga Kamtibmas

Reporter : Moris Mangke
Aksi bentrokan di Surabaya. (Dok. Tangkapan layar).

selalu.id - Bentrokan yang terjadi di Jalan Teuku Umar, Surabaya dalam dua hari terakhir menyisakan berbagai cerita. 

Di tengah situasi yang mulai kondusif, Ketua Maluku Satu Rasa (M1R), Baharudin Umasugi akhirnya menyampaikan sikap organisasinya yang memilih menahan diri dan menyerahkan sepenuhnya penanganan perkara kepada kepolisian.

Baca juga: Polisi Tetapkan Satu Tersangka Pembacokan Petugas Valet Ambyar Superclub Surabaya, Ini Tampangnya

Ia menegaskan, langkah tersebut diambil demi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Kota Surabaya. 

Menurut Baharudin, penyelesaian melalui jalur hukum merupakan cara terbaik agar persoalan tidak berkembang menjadi konflik yang lebih luas.

Pria yang akrab disapa Udin itu membenarkan insiden bermula dari aktivitas penagihan kendaraan oleh oknum anggota M1R yang bekerja sebagai debt collector (DC). 

Namun, ia menegaskan aktivitas tersebut merupakan profesi pribadi dan sama sekali tidak mewakili organisasi Maluku Satu Rasa.

Udin menjelaskan, persoalan bermula ketika seorang karyawan AmbYar Club Surabaya berinisial W diketahui memiliki tunggakan pembayaran mobil. 

Tim penagih kemudian menunggu yang bersangkutan selesai bekerja sambil mengawasi kendaraan yang menjadi objek penagihan.

Situasi berubah ketika mobil tersebut dipindahkan oleh seseorang yang belum diketahui identitasnya. Peristiwa itu memicu adu argumen antara tim penagih dengan petugas di lokasi hingga akhirnya berujung keributan.

Baca juga: Akhir Polemik Gereja Santo Yusup Surabaya: Pembangunan Lanjut, Warga Dilibatkan dalam UMKM dan Parkir

"Perdebatan antara tim penagih dan petugas di lokasi kemudian berkembang menjadi keributan. Terjadi cekcok, situasi tidak kondusif, lalu berujung pengeroyokan terhadap anggota kami. Dalam kondisi emosi, terduga pelaku kemudian melakukanpembacokan," terang Udin kepada selalu.id, Selasa (28/7/2026).

Meski demikian, pihaknya menegaskan organisasinya tidak pernah mentoleransi tindakan kekerasan. 

Sejak awal kejadian, Udin mengaku langsung berkoordinasi dengan kepolisian serta sejumlah organisasi kemasyarakatan agar persoalan tersebut tidak berkembang menjadi konflik antarkelompok.

"Sejak awal kami sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan berbagai ormas agar persoalanyang bermula dari profesi debt collector tidak merembet menjadi permusuhan antar kelompok. Saya juga memastikan pelaku telah menyerahkan diri dan siap menjalani proses hukum," jelasnya.

Baca juga: Aturan Baru Pemkot Surabaya soal Perlindungan Pemilik Kos dari Alamat KTP Penyewa

Sebagai bagian dari upaya meredam situasi, Polrestabes Surabaya juga memfasilitasi pertemuan antara perwakilan M1R dan perguruan silat.

Dalam mediasi tersebut, kedua belah pihak sepakat menahan diri serta tidak melakukan tindakan yang berpotensi mengganggu kondusifitas Kota Surabaya.

Udin berharap masyarakat tidak mudah terpancing berbagai informasi yang beredar, terutama di media sosial. Ia mengajak seluruh pihak memberikan kepercayaan kepada aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas perkara tersebut.

"Kami serahkan proses hukum kepada pihak kepolisian. Saya menghimbau semua pihak menahandiri dan mengutamakan kondusifitas kamtibmas Kota Surabaya. Masyarakat juga jangan mudah terprovokasi oleh informasi yang beredar di mediasosial," tandasnya.

Editor : Zein Muhammad

Kemensos Hadir
Berita Terpopuler
Berita Terbaru