Kawal Pertumbuhan Ekonomi, DPRD Jatim Perkuat Sinergi Lewat Agenda Reses

Reporter : Dony Maulana
Sekretaris DPRD Jatim, M Ali Kuncoro. (Dok. DPRD Jatim for selalu.id).

selalu.id - DPRD Provinsi Jawa Timur mulai melaksanakan agenda reses masa persidangan III tahun sidang 2025–2026, yang berlangsung mulai 25 Juli hingga 1 Agustus 2026. 

Kegiatan ini bertujuan untuk menyerap langsung aspirasi, kebutuhan, dan harapan masyarakat dari 14 Daerah Pemilihan (Dapil) se-Jawa Timur.

Baca juga: Bukan Sekadar Penerima, DPRD Jatim Tekankan Pentingnya Peran Warga Awasi Anggaran Daerah

Sekretaris DPRD Jatim, M Ali Kuncoro menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud pelaksanaan amanat konstitusi yang menjadi tugas pokok seluruh 120 anggota DPRD Provinsi Jawa Timur.

"Sesuai ketentuan yang berlaku, reses adalah momen penting bagi wakil rakyat untuk berinteraksi langsung dengan pemilihnya. Melalui kegiatan ini, kami hadir di 14 Dapil untuk mendengar, memahami, dan mencatat berbagai aspirasi yang nantinya akan diperjuangkan dalam penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun depan," katanya, Senin (27/7/2026).

Ali menyampaikan bahwa pelaksanaan reses tahun ini akan menjangkau sebanyak 720 titik pertemuan yang tersebar di seluruh wilayah Jawa Timur. 

Setiap lokasi menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan usulan, keluhan, maupun harapan terkait pembangunan daerah.

"Kami akan mendatangi 720 titik pertemuan di seluruh Jatim. Di sana para anggota DPRD akan mendengarkan secara langsung apa yang dibutuhkan masyarakat, baik itu dalam bidang pembangunan, ekonomi, sosial maupun pelayanan publik. Semua masukan ini akan menjadi bahan pertimbangan utama kami," jelasnya.

Menyoroti kinerja pembangunan saat ini, Ali mencatat bahwa kolaborasi antara DPRD dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah berjalan baik. 

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pada tahun 2025 perekonomian Jatim tumbuh sebesar 5,33 persen dengan PDRB mencapai Rp3.403,17 triliun. Angka kemiskinan juga berhasil turun menjadi 9,30 persen atau sekitar 3,8 juta jiwa pada September 2025.

Baca juga: DPRD Jatim Reses 25 Juli sampai 1 Agustus, Jangkau 720 Titik Serap Aspirasi Warga

"Hal ini menunjukkan harmonisasi antara lembaga legislatif dan eksekutif sudah berjalan dengan baik. Kedua lembaga ini bekerja selaras untuk menyusun program yang berorientasi pada kepentingan rakyat, dan hasil dari reses ini akan kami jadikan dasar dalam merancang kebijakan tersebut," tegas Ali.

Meskipun demikian, pihaknya mengakui masih terdapat sejumlah tantangan yang harus diselesaikan bersama, di antaranya pemerataan pembangunan antarwilayah, penciptaan lapangan kerja, peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan UMKM dan pertanian, pembangunan infrastruktur yang inklusif, serta peningkatan kualitas pelayanan publik.

"Ini adalah tantangan yang harus segera kita cari solusinya agar manfaat pembangunan dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali," papar Ali.

Ia menambahkan bahwa reses memiliki peran strategis sebagai jembatan komunikasi dua arah. Melalui dialog langsung ini, anggota DPRD mendapatkan gambaran riil mengenai kondisi di lapangan yang tidak selalu terlihat dari data semata.

"Aspirasi yang kami himpun menjadi instrumen penting untuk memastikan kebijakan pembangunan tepat sasaran. Lewat pertemuan langsung, kami memperoleh informasi mendalam tentang kebutuhan masyarakat, sehingga kebijakan yang dihasilkan nanti lebih responsif dan sesuai dengan kondisi nyata," jelasnya.

Baca juga: DPRD Jatim Sambut Baik Pergub Kelas Jalan, Minta Sosialisasi Digenjot Sebelum Diterapkan

Setelah dikumpulkan, seluruh usulan dan aspirasi masyarakat akan melalui proses verifikasi dan pengelompokan. Usulan tersebut akan disesuaikan dengan skala prioritas, kewenangan pemerintah daerah, serta kemampuan anggaran yang tersedia.

"Setiap masukan akan diproses secara administrasi, kemudian diserahkan kepada Bappeda dan perangkat daerah terkait untuk ditindaklanjuti. Hasil pembahasan ini nantinya akan kami tuangkan ke dalam Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) DPRD, yang menjadi bahan utama penyusunan program pembangunan dan kebijakan publik," kata Ali.

Hal ini menjadi komitmen DPRD Jatim untuk terus memperkuat partisipasi masyarakat dalam setiap tahapan pembangunan.

"Kami berharap aspirasi yang terkumpul selama reses ini menjadi dasar bagi kami dalam menyusun kebijakan yang adil, responsif, dan mendukung terwujudnya pembangunan yang merata serta berkelanjutan di seluruh penjuru Jawa Timur," pungkas dia.

Editor : Zein Muhammad

Kemensos Hadir
Berita Terpopuler
Berita Terbaru