Momen Haru Warga Mojokerto Sambut Bantuan Air Bersih dari Pemerintah

Reporter : Achmad Supriyadi
Bantuan air bersih di Mojokerto. (Foto: Supri/selalu.id).

selalu.id - Ribuan warga di tiga desa dalam dua kecamatan di Mojokerto yang mengalami krisis air bersih digelontor air bersih bantuan dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Paranwasa melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten setempat.

Tiga desa itu yakni Desa Kunjorowesi dan Desa Manduro Manggung Gajah di Kecamatan Ngoro, dan Desa Duyung, Kecamatan Trawas. Warga yang paling banyak terdampak yakni Desa Kunjorowesi dengan mencapai 1.499 keluarga.

Baca juga: 690 Kios di Mojokerto Menunggak Bayar Retribusi, Pemkab Rugi 961 Juta

Kemudian Desa Manduro Manggung Gajah terdapat 774 keluarga dan Desa Duyung sebanyak 503 keluarga yang terdampak kekeringan akibat kemarau sejak April lalu.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Mojokerto, Rinaldi Rizal Sabirin, mengatakan dropping air bersih untuk desa terdampak kekeringan di Kabupaten Mojokerto itu resmi dimulai Rabu (22/7/2026) dan diperkirakan akan berlangsung hingga 5 September 2026.

Jumlahnya disesuaikan dengan intensitas warga terdampak. Sebab itu, Desa Kunjorowesi mendapat intensitas dropping 4 kali dalam sehari.

Sementara Desa Duyung mendapat dropping 2 tanki air bersih sehari, dan Manduro Manggung Gajah 1 tanki sehari. 

”Dikirim setiap hari. 1 tangki kapasitasnya 4.000 liter,” sebut Rinaldi, Kamis (23/7/2026).

Dropping air perdana itu pun disambut sukacita oleh warga terdampak. Salah satunya Sulikah (42), warga Dusun Kandangan, Desa Kunjorowesi, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto yang rela mengantre sejak pukul 06.00 WIB pagi, padahal dropping air itu baru tiba sekitar pukul 09.00 WIB.

Baca juga: Tabrak Truk Parkir, Pasutri di Mojokerto Tewas 

”Dari jam 06.00. Ada kabar kalau mau ada tanki, langsung ikut ngantri. Ini bawa 10 jeriken, buat 2 rumah sama anak saya,” ungkapnya.

Sulikah mengakui dropping air bersih dari BPBD Kabupaten Mojokerto itu sudah dinantikannya. Pasalnya ia dan warga lain di Dusun Kandangan, Desa Kunjorowesi, Kecamatan Ngoro telah dilanda kekeringan sejak beberapa bulan lalu.

Selama ini ia mengandalkan penampungan air hujan untuk mencukupi kebutuhan air bersihnya lantaran wilayah Kunjorowesi tidak memungkinkan memanfaatkan air dari sumur bor. Namun karena beberapa bulan tidak hujan, penampungan air bersihnya telah kosong.

Baca juga: Seorang Kakek di Mojokerto jadi Korban Gendam, Motor Supra Kesayangan Raib

Sulikah juga sebenarnya menyambung saluran perpipaan warga yang mengalirkan air dari wilayah Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto.

Namun aliran air dari saluran pipa tersebut terbatas dan bergilir, ia perlu menunggu lebih dari 2 pekan untuk bisa memanfaatkan air dari saluran tersebut.

Sebab itu, anak Sulikah yang biasanya mengambil air dari Sumber Tetek di Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan yang berjarak sekitar 7 kilometer dari rumah Sulikah untuk mencukupi kebutuhan air bersih sekeluarga.

”Tapi kemarin anak saya sakit flu. Jadi tidak sempat ambil air. Terpaksa tidak mandi. Stok air tinggal beberapa jerigen. Kalau kami itu lebih baik tidak mandi tak apa, dari pada tidak masak," katanya.

Editor : Zein Muhammad

Kemensos Hadir
Berita Terpopuler
Berita Terbaru