Kaji Ipuk Buka-bukaan Nilai Banpol PDIP Surabaya: Tembus Rp6 Miliar, Wajib Ditanggungjawabkan

Reporter : Ade Resty
Sekretaris DPC PDI Perjuangan Surabaya, Syaifuddin Zuhri atau Kaji Ipuk. (Foto: Ade/selalu.id).

selalu.id - DPC PDI Perjuangan Surabaya mengungkapkan nilai bantuan politik (Banpol) yang diterima dari pemerintah mencapai lebih dari Rp6 miliar setiap tahun. 

Dana tersebut dipastikan digunakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, dengan fokus utama pada kegiatan pendidikan politik dan kaderisasi.

Baca juga: PDIP Surabaya Wajibkan 40 Persen Pengurus Ranting dari Gen Z

Sekretaris DPC PDI Perjuangan Surabaya, Syaifuddin Zuhri mengatakan besaran Banpol yang diterima dihitung berdasarkan jumlah suara sah yang diperoleh partai pada Pemilu.

“Kalau tidak salah besarannya sekitar Rp20 ribu sampai Rp22 ribu per suara. Total yang diterima sekitar lebih dari Rp6 miliar per tahun,” sebutnya kepada selalu.id, Rabu (22/7/2026).

Politisi yang akrab disapa Kaji Ipuk ini mengatakan dana tersebut tidak dapat digunakan secara sembarangan karena seluruh pemanfaatannya telah diatur dalam regulasi. 

Penyalurannya juga dilakukan secara bertahap dan wajib dipertanggungjawabkan kepada pemerintah.

“Penyalurannya biasanya dua tahap dan seluruh penggunaannya harus dipertanggungjawabkan,” tegasnya.

Kaji Ipuk menambahkan, Banpol diprioritaskan untuk pendidikan politik sebagai upaya memperkuat fungsi partai politik sebagai pilar demokrasi. Program yang dijalankan meliputi kaderisasi, penguatan kapasitas pengurus, hingga peningkatan literasi politik masyarakat.

Baca juga: Kisah Menyentuh Rizky Andranata, Dari Bukan Siapa-siapa Kini Masuk PDIP

“Partai politik memiliki tanggung jawab mencetak kader yang berasaskan Pancasila, memahami konstitusi, dan taat terhadap peraturan perundang-undangan. Karena itu dana Banpol kami arahkan untuk pendidikan politik,” jelasnya.

Selain menyasar kader internal, pendidikan politik juga diberikan kepada masyarakat, khususnya generasi muda atau Generasi Z. 

Materi yang diberikan mencakup pemahaman mengenai demokrasi, ideologi bangsa, tata kelola organisasi, serta peran partai politik dalam pembangunan.

Untuk mendukung hal tersebut, DPC PDIP Surabaya secara rutin menggelar berbagai kegiatan pendidikan politik, mulai dari rapat konsolidasi di tingkat DPC, PAC hingga ranting.

Baca juga: Banteng Kalcer Diluncurkan, Cara Baru PDIP Surabaya Dekati Gen Z

Meski demikian, Kaji Ipuk mengaku belum dapat memastikan apakah nilai Banpol yang diterima tahun ini mengalami kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya karena baru menjabat sebagai Sekretaris DPC. 

Ia menyarankan data perbandingan tersebut dikonfirmasi kepada Bagian Pemerintahan yang menangani penyaluran bantuan politik di lingkungan Pemerintah Kota Surabaya.

“Penyalurannya biasanya dilakukan dalam dua tahap dan seluruh penggunaannya harus dipertanggungjawabkan. Apakah jumlah tersebut lebih besar dibanding tahun sebelumnya," pungkas politisi yang juga menjabat Ketua DPRD Surabaya itu.

Editor : Zein Muhammad

Kemensos Hadir
Berita Terpopuler
Berita Terbaru