selalu.id - Seorang nenek di Desa Candiharjo, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto menjadi korban perampasan.
Kalung emas seberat 7 gram yang dibawa korban pun raib. Kerugian diperkirakan mencapai Rp8 juta.
Baca juga: Puluhan Motor dan Truk Terjaring Razia di Mojokerto, Banyak yang Belum Bayar Pajak
Nenek itu diketahui bernama Paita (70). Saat kejadian korban sedang duduk berjemur sendirian di teras rumah. Tiba-tiba datang seorang pria mengendarai Honda Scoopy putih dan mengajaknya mengobrol.
Pelaku berpura-pura memberi makanan, kemudian langsung merampas kalung emas yang dipakai korban.
Perampasan yang terjadi pada Selasa (21/7/2026) sekitar pukul 06.57 WIB, itu sempat terekam kamera CCTV dan videonya kini viral di media sosial.
Muhammad Lasianto, anak korban, menyebut pelaku sengaja bersikap ramah supaya ibunya tidak curiga. Pelaku bahkan sempat memberikan sebungkus makanan getuk kepada Paita sebelum beraksi.
"Pelakunya dari timur naik Scoopy warna putih. Tanya-tanya terus ngasih makanan ke orang tua saya," kata Lasianto kepada wartawan.
Di saat korban lengah, pelaku langsung menarik kalung emas yang melingkar di leher Paita kemudian kabur.
Baca juga: Nobar Final Piala Dunia 2026 di Mojokerto Bakal Digelar di GOR Seni Majapahit
"Langsung ditarik kalungnya ibu saya, terus pelaku melarikan diri," jelas pria 36 tahun tersebut.
Saat dirampas itu, korban spontan berteriak minta tolong sambil menangis.
"Kalau beratnya sekitar 7 gram. Kerugian sekitar Rp8 jutaan," sebut Lasianto.
Sementara berdasarkan dari rekaman CCTV dan keterangan saksi, pelaku diketahui beraksi seorang diri. Ciri-cirinya memakai jaket hoodie putih dan mengendarai motor Honda Scoopy putih.
Baca juga: Pria yang Sering Curi Motor di Mojokerto Ditangkap, Ini Tampangnya
"Ciri-ciri pelaku sendirian bawa motor Scoopy putih pakai jaket hoodie warna putih," katanya.
Setelah melancarkan aksinya, pelaku melarikan diri ke arah barat melalui jembatan menuju wilayah Kabupaten Sidoarjo.
Meski videonya sudah menyebar luas, keluarga korban hingga kini belum melaporkan kejadian tersebut ke polisi.
"Belum dilaporkan ke polisi, cuma diviralkan saja," tandas Lasianto.
Editor : Zein Muhammad