Program Bunga Desaku Jember, Dari Bantuan UMKM hingga Rencana Investasi Rp2 Triliun

Reporter : Ariyanto
Bupati Jember Muhammad Fawait usai memberi arahan kepada warga Desa Pakusari. (Foto: Nurul/selalu.id).

selalu.id - Program Bunga Desaku (Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan) kembali digelar Pemerintah Kabupaten Jember di sejumlah desa di Kecamatan Pakusari, Senin (20/7/2026). 

Melalui kegiatan ini, Bupati Jember Muhammad Fawait turun langsung menemui masyarakat untuk menyerap aspirasi sekaligus memperkenalkan berbagai program unggulan pemerintah daerah.

Baca juga: Pemkab Jember Alokasikan Rp400 Miliar untuk Layanan Kesehatan Gratis Warga

Fawait menegaskan bahwa program Bunga Desaku menjadi wujud komitmen pemerintah agar pelayanan dan informasi tidak hanya berpusat di kantor pemerintahan, tetapi benar-benar hadir di tengah masyarakat hingga ke pelosok desa.

"Melalui Bunga Desaku, kami ingin memastikan pemerintah hadir di tengah masyarakat. Masih banyak warga, terutama di wilayah pinggiran, yang belum mengetahui berbagai program prioritas Pemkab Jember," jelasnya.

Fawait mengatakan bahwa untuk memperluas penyebaran informasi, Pemkab Jember tidak hanya mengandalkan media massa maupun media sosial. 

Pemerintah juga menggandeng pelaku usaha kecil, mulai dari pedagang kaki lima (PKL), pelaku UMKM, hingga pedagang keliling atau mlicjo, agar ikut mengenalkan berbagai layanan dan program pemerintah kepada masyarakat.

"Media massa, media online, dan media sosial sudah banyak membantu. Namun masih ada masyarakat yang belum terjangkau informasi. Karena itu kami melibatkan PKL, UMKM, terutama para mlicjo, agar mereka ikut menyampaikan informasi tentang program-program Pemkab Jember," paparnya.

Selain memperluas sosialisasi, pemerintah daerah juga terus memberikan perhatian kepada sektor ekonomi kerakyatan. 

Baca juga: Ratusan Guru Ikuti TPN XIII Jember, Perkuat Kolaborasi Wujudkan Pendidikan Berdampak

Salah satunya melalui penyaluran bantuan gerobak usaha bagi pedagang kaki lima dan pedagang keliling untuk meningkatkan produktivitas usaha mereka.

Fawait mengungkapkan, mayoritas penerima bantuan mengaku terbantu dengan program tersebut. Ia menilai selama ini pedagang sektor informal, khususnya pedagang keliling, belum banyak memperoleh dukungan dari pemerintah daerah.

Terkait adanya informasi mengenai bantuan gerobak yang diperjualbelikan melalui marketplace, Bupati menilai kasus tersebut hanya terjadi pada sebagian kecil penerima. 

Meski demikian, Fawait mengingatkan agar seluruh bantuan yang diberikan pemerintah dimanfaatkan sesuai tujuan dan tidak dialihkan untuk kepentingan lain.

Baca juga: Bupati Fawait Minta Ribuan Mahasiswa KKN Fokus Dukung Desa dan Validasi Data Kemiskinan

Dalam kesempatan itu, Fawait juga mengungkapkan rencana investasi berskala besar yang akan masuk ke Kecamatan Pakusari. Nilai investasi tersebut diperkirakan mencapai Rp1,5 hingga Rp2 triliun dan ditargetkan mulai beroperasi pada 2028.

Ia menegaskan, keberhasilan investasi tersebut juga harus didukung dengan kesiapan daerah, termasuk pengelolaan sampah organik dan anorganik yang lebih baik. 

Karena itu, pemerintah mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama membangun kesadaran menjaga kebersihan lingkungan sebagai bagian dari upaya menyambut perkembangan investasi di wilayah Pakusari.

Editor : Zein Muhammad

Kemensos Hadir
Berita Terpopuler
Berita Terbaru