Galeri dan Klinik UMKM, Andalan Sidoarjo Dongkrak Daya Saing Pelaku Usaha

Reporter : Ariyanto
Peninjauan Wabup Mimik di Dinkop UM dan Disperindag Kabupaten Sidoarjo. (Dok. Diskominfo Sidoarjo).

selalu.id - Program UMKM naik kelas yang digagas Pemerintah Kabupaten Sidoarjo terus menunjukkan perkembangan positif. 

Hingga pertengahan tahun 2026, sebanyak 2.121 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah berhasil meningkatkan kapasitas usahanya. 

Baca juga: Pemkab Sidoarjo Terus Perkuat Ketahanan Pangan untuk Stabilitas Daerah

Angka tersebut telah melampaui setengah dari target 4.000 UMKM naik kelas yang ditetapkan sepanjang tahun ini.

Capaian tersebut menjadi indikator meningkatnya kualitas dan daya saing pelaku usaha lokal di tengah berbagai upaya pendampingan yang dilakukan pemerintah daerah. 

Mulai dari penguatan legalitas usaha, peningkatan kualitas produk, perluasan akses pemasaran hingga pengembangan kompetensi sumber daya manusia terus didorong secara berkelanjutan.

Untuk memastikan layanan yang diberikan berjalan efektif, Wakil Bupati Sidoarjo, Mimik Idayana melakukan peninjauan ke Dinas Koperasi dan Usaha Mikro serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sidoarjo.

Dalam kunjungannya, ia melihat langsung berbagai fasilitas yang selama ini menjadi penunjang pengembangan usaha mikro. Salah satunya adalah Galeri UMKM yang menampilkan beragam produk unggulan karya pelaku usaha dari 18 kecamatan di Kabupaten Sidoarjo.

Berbagai produk lokal dipasarkan di galeri tersebut, mulai dari batik, bordir, sepatu, tas hingga aneka makanan dan camilan khas daerah. 

Keberadaan galeri itu dinilai menjadi sarana strategis untuk memperluas pasar sekaligus mengenalkan produk UMKM Sidoarjo kepada masyarakat maupun tamu dari luar daerah.

Menurut Mimik, promosi produk lokal perlu terus diperkuat agar pelaku usaha memiliki peluang lebih besar untuk berkembang dan menjangkau pasar yang lebih luas.

Baca juga: Kasus Dugaan Pencabulan Kastari Diadukan ke DPRD Sidoarjo

“Pelayanan kepada UMKM harus benar-benar memberikan kemudahan. Ketika legalitas usaha, pendampingan dan pemasaran berjalan baik, maka semakin banyak pelaku usaha yang mampu naik kelas dan bersaing,” jelasnya, Rabu (8/7/2026).

Untuk menjaga kualitas produk yang dipasarkan, Galeri UMKM menerapkan sejumlah persyaratan. Produk yang ditampilkan wajib merupakan hasil produksi sendiri, memiliki kemasan sesuai standar, serta dilengkapi legalitas seperti Nomor Induk Berusaha (NIB), Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT), dan sertifikat halal.

Khusus produk makanan beku, pelaku usaha diwajibkan memiliki izin BPOM atau setidaknya sedang dalam proses pengurusan dengan syarat telah mengantongi sertifikat halal. Selain itu, seluruh produk yang dipasarkan harus berasal dari pelaku UMKM Kabupaten Sidoarjo.

“Pelaku UMKM yang ingin berkembang juga membutuhkan tempat konsultasi. Di sini mereka bisa mendapatkan pendampingan mulai dari pengurusan NIB, PIRT, sertifikasi halal hingga kebutuhan usaha lainnya,” kata Mimik.

Sementara itu, Kepala Bidang Pemberdayaan Usaha Mikro Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Sidoarjo, Amat Adi Subhan, mengatakan akan terus memperkuat program pemberdayaan UMKM melalui berbagai pelatihan dan pendampingan. 

Baca juga: 75 LC Diamankan di Warung Pangku Jabon Sidoarjo Ternyata Banyak Dari Kota Ini

Program tersebut ditujukan untuk meningkatkan kapasitas usaha sekaligus membantu pelaku UMKM memenuhi indikator usaha naik kelas.

“Kolaborasi ini dilakukan agar pelaku usaha mampu mengikuti perkembangan pasar dan memanfaatkan peluang di era digital,” ujarnya.

Berdasarkan data Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Sidoarjo, jumlah UMKM di Kabupaten Sidoarjo hingga Juli 2026 mencapai 153.288 unit usaha. 

Sepanjang periode 2021 hingga 2025 tercatat sebanyak 21.275 UMKM berhasil naik kelas. Sedangkan pada tahun ini, sebanyak 2.121 UMKM telah berhasil meningkatkan kapasitas usahanya dari target 4.000 UMKM yang ditetapkan pemerintah daerah.

Editor : Zein Muhammad

Kemensos Hadir
Berita Terpopuler
Berita Terbaru