selalu.id - Ketua Komisi C DPRD Surabaya, Eri Irawan menyebut bahwa gangguan listrik di Kota Pahlawan, khususnya pada matinya traffic light (lampu lalulintas), itu karena lemahnya koordinasi antara PT PLN dan Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya.
Ia menilai Dishub tidak memiliki cukup waktu untuk menyiapkan langkah antisipasi karena tidak mendapatkan informasi lebih awal terkait pemadaman.
Baca juga: Pemkot Surabaya Raih Penghargaan RTLH Tertinggi se-Jatim, Siap Tuntaskan pada 2027
“PLN tidak koordinasi dengan Dinas Perhubungan, sehingga Dishub tidak punya cukup waktu menyiapkan genset maupun personel pengatur lalu lintas. Akibatnya sempat terjadi kemacetan. Kalau tidak salah ada sekitar 12 lampu merah yang mati,” kata Eri kepada selalu.id, Selasa (23/6/2026).
Namun yang paling menjadi perhatian adalah fungsi solar cell yang seharusnya menjadi sistem cadangan ketika pasokan listrik utama terputus.
Baca juga: Insiden Lampu Lalulintas Mati di Surabaya, DPRD Minta Audit Seluruh Panel Surya
Eri mengakui terdapat sejumlah kendala teknis pada fasilitas tersebut. Karena itu, ia telah meminta Dishub segera melakukan pengecekan menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang.
“Memang banyak pertanyaan soal solar cell. Ada beberapa kendala teknis yang perlu diperbaiki. Saya sudah telepon Kepala Dinas Perhubungan agar segera dibenahi sehingga ketika ada kondisi seperti kemarin, solar cell bisa berfungsi sebagaimana mestinya,” tegasnya.
Baca juga: Kenapa Panel Surya Lampu Lalulintas Tak Fungsi saat Listrik Padam di Surabaya, Cuma Pajangan?
Diketahui, beberapa hari ini Kota Surabaya mengalami pemadaman listrik secara bergantian. Pemadaman itu juga berimbas pada matinya traffic light (lampu lalulintas).
Akibatnya, para pengguna jalan mengalami kemacetan, banyak yang melanggar, terutama pengendara motor yang saling menerobos jalan di persimpangan.
Editor : Zein Muhammad