Mahasiswa hingga Dosen Surabaya Minta Militer Kembali ke Barak, HAM juga Disorot

Reporter : Mohammad Rofik
Masyarakat Surabaya saat demo di depan Gedung Negara Grahadi Surabaya. (Foto: Rofik/selalu.id).

selalu.id - Masyarakat Surabaya yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Surabaya, yang terdiri dari mahasiswa,dosen dan buruh menggelar aksi di depan Gedung Negara Grahadi di Jalan Gubernur Suryo, Surabaya, Senin (15/6/2026).

Puluhan massa itu membawa poster agar militer kembali ke barak. Selain itu juga dibentangkan berbagai poster lainnya yang dijadikan media dalam menyuarakan aspirasinya.   

Baca juga: IIFEX dan ALLPACK Surabaya 2026, Cara Krista Exhibitions Dukung Ekonomi Jatim

Dalam orasinya, massa meminta pemerintah agar militer ataupun polri tidak masuk pada ranah politik agar tidak terjadi pemerintahan yang anti kritik.

"Kalau militer masuk pada ranah politik akan terjadi pemerintahan yang anti kritik. Tentara yang bertugas di bawah komando, kembalikan ke barak dan menjalankan fungsinya sebagai pertahanan," ungkap salah satu peserta aksi dalam orasinya.

Baca juga: Komitmen HGI dalam Majukan Domino Lewat Piala Wali Kota Surabaya

Massa juga menyoroti masih terjadinya pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) yang dilakukan oleh pihak-pihak terhadap masyarakat yang meenyuarakan kebijakan jalannya pemerintahan yang dinilai tidak demokrasi.

"Hingga saat ini masih terjadi pembungkaman kepada masyarakat yang menyuarakan atas kebijakan yang dilakukan pemerintah. Bahkan terjadi pelanggaran HAM berat di masa lalu yang sampai sekarang belum diselesaikan secara hukum," tambahnya.

Baca juga: DPRD Surabaya Bakal Bawa Tuntutan Mahasiswa ke Pusat

Ichsan Aditya, Kordinator Lapangan menjelaskan bahwa saat ini Indonesia dalam darurat. Oleh karena itu pihaknya akan terus menyuarakan aspirasi untuk merespon agar pemerintahan kedepannya dapat berjalan lebih baik .

"Tentunya ini bagian respon kami. Sebagai rakyat melalui gerakan Surabaya tentunya kita harapkan bisa ada aksi kedepannya yang lebih masif lagi. Mungkin aksi sebagai pembuka, dan untuk aksi-aksi selanjutnya yang lebih masif lagi," jelasnya.

Editor : Zein Muhammad

Kemensos Hadir
Berita Terpopuler
Berita Terbaru