selalu.id - Wakil Bupati Sidoarjo, Mimik Idayana menyambut positif peluncuran Program Beasiswa Santri Jawa Timur Tahun 2026 yang digagas Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Menurutnya, program tersebut menjadi peluang besar bagi para santri untuk melanjutkan pendidikan tinggi sekaligus meningkatkan kompetensi di berbagai bidang, termasuk sains dan teknologi.
Baca juga: Bareskrim Polri Sita Kantor PT SJU di Sidoarjo dalam Kasus Aliran Emas Ilegal
Mimik menyampaikan apresiasinya terhadap komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang terus memberikan perhatian kepada kalangan pesantren melalui program beasiswa yang telah berjalan selama puluhan tahun tersebut.
“Kami sangat mengapresiasi komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang terus memberikan perhatian kepada para santri melalui program beasiswa ini," katanya.
"Kesempatan ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh para santri di Kabupaten Sidoarjo untuk menempuh pendidikan yang lebih tinggi dan mengembangkan kompetensi di berbagai bidang, termasuk sains dan teknologi,” tambah Mimik.
Pernyataan itu disampaikan usai menghadiri peluncuran Program Beasiswa Santri Tahun 2026 yang digelar di Ruang Rapat Hayam Wuruk Kantor Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur, Surabaya.
Acara tersebut dipimpin langsung oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, dan dihadiri para wakil kepala daerah, pimpinan pondok pesantren, serta perwakilan perguruan tinggi dari seluruh kabupaten dan kota di Jawa Timur.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali memperluas kesempatan pendidikan tinggi bagi kalangan pesantren melalui program beasiswa yang telah berjalan sejak 2006.
Pada tahun 2026, program tersebut menghadirkan terobosan baru melalui skema berbasis Science, Technology, Engineering, Economics and Mathematics (STEM), sebagai upaya memperluas peluang karier dan kontribusi santri dalam pembangunan.
Baca juga: Pemkab Sidoarjo Gelontor Dana Rp2 Miliar untuk Majukan Sekolah Swasta
“Kita mencoba terus menguatkan kualitas SDM di Jawa Timur dan diversifikasi akademik dengan memberikan akses kepada para santri dari berbagai pondok pesantren di Jawa Timur,” kata Khofifah.
Menurutnya, program ini dirancang untuk menjawab tantangan perkembangan global, termasuk pergeseran pusat pertumbuhan ekonomi dunia ke kawasan Asia.
Melalui kerja sama yang semakin luas dengan berbagai lembaga pendidikan, diharapkan lahir sumber daya manusia yang profesional sekaligus tetap berpegang pada nilai-nilai keagamaan.
Sementara Ketua Lembaga Pengembangan Pesantren dan Diniyah Jawa Timur, Abdul Halim Soebahar, menjelaskan bahwa tahun ini tersedia 1.100 kuota beasiswa yang mencakup program sarjana, magister, doktoral, perguruan tinggi keagamaan, hingga studi di Universitas Al-Azhar.
“Sejak tahun 2019 hingga saat ini sudah ada 150 perguruan tinggi yang bekerja sama, termasuk Al-Azhar Mesir,” ujarnya.
Baca juga: Kecelakaan Beruntun di Balongbendo Sidoarjo: Dua Tewas, Lainnya Selamat
Mimik Idayana manambahkan, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo siap mendukung penuh para santri berprestasi agar dapat memanfaatkan program tersebut. Ia berharap semakin banyak lulusan pesantren yang mampu berkontribusi bagi kemajuan daerah dan bangsa.
“Kami berharap semakin banyak putra-putri terbaik dari pesantren di Sidoarjo yang dapat memanfaatkan program ini. Pemerintah Kabupaten Sidoarjo siap mendukung lahirnya generasi santri yang tidak hanya kuat dalam nilai-nilai keagamaan, tetapi juga mampu berkontribusi dalam pembangunan daerah, bangsa, dan negara,” jelasnya.
Abdul Halim Soebahar berharap Program Beasiswa Santri Jawa Timur dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak penerima manfaat di masa mendatang. Menurutnya, investasi di bidang pendidikan pesantren merupakan langkah strategis untuk menyiapkan sumber daya manusia berkualitas bagi masa depan Jawa Timur.
“Program ini telah terbukti melahirkan sumber daya manusia yang berkualitas dan menjadi investasi penting bagi masa depan Jawa Timur,” pungkas dia.
Editor : Zein Muhammad