Rabu, 04 Nov 2026 06:04 WIB

Piala Dunia 2026, Ketua DPRD Surabaya Jagokan Portugal

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 11 Jun 2026 18:39 WIB
Ketua DPRD Surabaya Syaifuddin Zuhri atau Kaji Ipuk. (Dok. Kaji Ipuk for selalu.id).
Ketua DPRD Surabaya Syaifuddin Zuhri atau Kaji Ipuk. (Dok. Kaji Ipuk for selalu.id).

selalu.id - Ketua DPRD Surabaya Syaifuddin Zuhri atau Kaji Ipuk menjagokan Timnas Portugal pada Piala Dunia 2026.

Dukungan tersebut bukan semata karena kekuatan tim berjuluk Selecao das Quinas, melainkan karena masih adanya sosok Cristiano Ronaldo di skuad Portugal.

Baca Juga: Polemik Jam Operasional Pasar Tanjungsari, DPRD Surabaya: Kalau Perlu Perdanya Diubah!

Menurut Kaji Ipuk, Ronaldo merupakan figur yang menginspirasi karena mampu mempertahankan performa di level tertinggi meski telah berusia 41 tahun.

Kapten Timnas Portugal ini dinilai menjadi contoh nyata kerja keras, disiplin, dan konsistensi dalam dunia olahraga.

“Saya senang Portugal karena ada Ronaldo. Siapa yang tidak terpukau dengan caranya menaklukkan tim lawan. Entertain-nya di lapangan yang saya kagumi. Sangat menginspirasi,” ungkapnya, Kamis (11/6/2026).

Politikus PDI Perjuangan tersebut menilai usia bukan penghalang untuk terus berprestasi. Baginya, Ronaldo berhasil membuktikan bahwa kedisiplinan dalam menjaga kondisi fisik dan mental mampu membuat seorang atlet tetap kompetitif di usia yang tidak lagi muda.

“Ronaldo adalah sosok yang menolak tua, menolak tenggelam, dan menolak surut. Saya salut dan ingin selalu melihat aksi hebat sang megabintang Cristiano Ronaldo. Pengalaman dan kematangannya masih sangat dibutuhkan tim,” katanya.

Baca Juga: Antisipasi Harga BBM Naik, DPRD Sebut Pemkot Surabaya Harus Hitung Ulang Anggaran BTT

Kaji Ipuk mengaku berencana mengikuti seluruh pertandingan Portugal selama Piala Dunia 2026. Bahkan, ia membuka peluang menggelar kegiatan nonton bareng bersama masyarakat dan pecinta sepak bola di Surabaya untuk menyaksikan aksi Ronaldo.

Selain prestasinya di lapangan, Kaji Ipuk juga mengapresiasi kepedulian sosial Ronaldo yang selama ini dikenal aktif dalam berbagai kegiatan kemanusiaan.

Menurutnya, kesuksesan dan popularitas yang dimiliki Ronaldo tidak membuat pemain tersebut melupakan nilai-nilai kemanusiaan.

Baca Juga: Aturan Ganjil-Genap di Surabaya Masuk Raperda Transportasi, DPRD Wanti-wanti Hal Ini

“Di tengah banyak penghargaan dan kekayaan, Ronaldo tetap peduli. Jiwa sosialnya tinggi. Membantu korban tsunami Aceh dan berbagai kegiatan kemanusiaan lainnya. Dia sosok hebat yang pernah ada,” tuturnya.

Bagi Kaji Ipuk, kehadiran Ronaldo pada Piala Dunia 2026 menjadi salah satu daya tarik utama turnamen tersebut.

Ia menilai publik dunia masih menantikan aksi sang megabintang yang terus membuktikan bahwa usia bukan batas untuk tetap berprestasi.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Gila! Listyo Sigit dkk Sadap Presiden Prabowo hingga Media Sejak 2025

Nomor-nomor yang disadap dimasukan ke dalam sistem tanpa verifikasi. Pada Oktober 2026 tersangka diduga memerintahkan menghapus file penyadapan tersebut.

Presiden Prabowo Diduga Disadap, Ini Komentar PDIP untuk Polri

Menurut Hasto, pengungkapan kasus penyadapan ilegal harus menjadi pintu masuk untuk membongkar kemungkinan adanya praktik-praktik serupa.

Eks Kapolri Listyo Sigit hingga Ahrie Sonta jadi Tersangka Dugaan Penyadapan Presiden

Diketahui, ketiga jenderal polisi tersebut tak tanya menyadap Presiden Prabowo Subianto, tapi juga menyadap sejumlah pejabat, politisi, media hingga LSM.

Kabar Gembira Warga Probolinggo, Gubernur Jatim Khofifah Gelontorkan Bantuan Rp19,6 M

Dalam momen itu, ‎Khofifah mengatakan bahwa bantuan tersebut mencakup bidang perumahan, ekonomi, kesehatan, pendidikan hingga infrastruktur.

Razia Toko Kelontong di Nganjuk, Petugas Sita 7.540 Batang Rokok Ilegal

David mewanti-wanti seluruh elemen masyarakat dan pelaku usaha agar tidak nekat terlibat dalam rantai distribusi barang ilegal tersebut.

Soal Kabar Penangkapan Jenderal Polisi, Ini Dugaan Pelanggarannya

Langkah penindakan senyap ini bergulir hanya berselang satu bulan setelah kepemimpinan Polri diserahterimakan kepada Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto.