selalu.id - Satuan, tersangka penganiayaan terhadap istrinya dan bunuh mertua, kini telah dijebloskan ke sel tahanan Polres Mojokerto.
Kepada polisi, pria 43 tahun tersebut mengaku nekat melakukan perbuatan kejam itu lantaran emosi yang sudah dipendam sejak lama.
Baca juga: Ini Dia Tampang Pelaku Pembacokan Pelajar SMA hingga Tewas saat HUT Persebaya
Satuan mengaku mengetahui jika istrinya, Sri Wahyuni memiliki hubungan terlarang dengan pria idaman lain sejak perekonomian keluarganya mengalami kesulitan dan terlilit utang.
Satuan harus memeras keringat dengan menjadi badut serta menjual balon dengan cara berkeliling.
Bahkan, anaknya harus dibawa saat berjualan lantaran istrinya enggan mengasuh anak tersebut.
Di depan Kapolres Mojokerto AKBP Andi Yudha, Satuan menyesali perbuatannya.
"Kepikiran terus tidak bisa tidur. Sudah lama sejak Desember konfliknya. Menantu kalau ada uang disayang, kalau tidak ada ya wes," ungkapnya, Kamis (7/5/2026).
Satuan menambahkan, istrinya menuntut ekonomi harus terpenuhi semua, dari uang belanja, make up, hingga uang sekolah.
Baca juga: Remaja di Surabaya Dikeroyok Kelompok Pemuda Konvoi: Dipukuli, Juga Dibacok dengan Celurit
"Dia (istri) sudah tidak hargai saya. Tiap hari itu juga ada terus paket yang datang. Padahal kondisi uang lagi gak ada," katanya.
Satuan menuturkan, jualan balon hasilnya tidak menentu.
"Berangkat jualan itu tunggu pas anak saya bangun. Tapi yang sering berangkat sore, kalau siang jarang orang. Bulan puasa kemarin berangkat pagi tapi sering sore," jelasnya.
Satuan menegaskan bahwa istrinya sudah memiliki pria idaman lain. Ia juga sudah memberikan nasihat bahwa ia harus bekerja jualan balon dengan membawa anaknya yang masih kecil.
Baca juga: Demo Mahasiswa di Mojokerto Memanas, Saling Dorong hingga Blokir Jalan
"Sebenarnya saya sudah tahu sejak lama, tapi saya mengikuti alurnya. Saya pernah bilang apa kamu tidak melihat saya harus jualan membawa anak hujan-hujan," ungkap dia dengan mata berkaca-kaca.
Satuan mengatakan jualan balon biasanya di kawasan Mojosari, bahkan sempat ke Surabaya selama tiga hari, juga bersama anaknya.
"Saya penghasilan tidak menentu, tapi dia selalu meminta yang mewah. Dulu pernah minta izin (kerja dunia malam), tapi saya tidak bolehin, maunya itu instan," pungkasnya.
Editor : Zein Muhammad