Sederet Cara Pemkab Pasuruan dan BNN Edukasi Anti Narkoba pada Generasi Muda

Reporter : Ariyanto
Kepala BNN Kabupaten Pasuruan, Masduki saat talkshow di LPPL. (Dok. Pemkab Pasuruan).

selalu.id - Ancaman penyalahgunaan narkotika di Kabupaten Pasuruan terus menjadi perhatian serius pemerintah daerah.

Tidak hanya menyasar kalangan dewasa, peredaran barang terlarang itu kini dinilai semakin masif dan rentan menjangkau generasi muda hingga anak-anak.

Baca juga: Kabupaten Pasuruan jadi Nominator Lomba Wana Lestari Nasional 2026

Sebagai langkah antisipasi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menggandeng Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Pasuruan menggelar edukasi publik dalam format talkshow di Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL).

Kepala BNN Kabupaten Pasuruan, Masduki, hadir langsung dalam dialog tersebut. Selama hampir satu jam, pembahasan berlangsung dinamis dengan menitikberatkan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam mencegah penyalahgunaan maupun peredaran narkotika di lingkungan sekitar.

Menurutnya, persoalan narkotika kini tidak lagi mengenal batas usia maupun gender. Fenomena itu menjadi alarm bagi seluruh elemen masyarakat agar tidak lengah menghadapi ancaman peredaran narkoba yang terus berkembang.

“Kasus narkotika di Kabupaten Pasuruan menyasar semua usia. Mulai anak-anak hingga orang tua, tanpa melihat gender. Artinya, kita harus berpikir cerdas sehingga tidak gampang terpengaruh narkotika, jika ingin hidupnya bahagia,” tegas Masduki, Kamis (7/5/2026).

Masduki menjelaskan, hasil penelitian BNN bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menunjukkan bahwa penyalahgunaan narkotika terjadi secara luas di berbagai kelompok usia. Bahkan, profil pengguna ditemukan mulai usia muda hingga 64 tahun.

Kondisi tersebut membuat BNN Kabupaten Pasuruan terus mengoptimalkan pola pencegahan melalui edukasi berkelanjutan dan pemantauan lingkungan.

Fokus utamanya menyasar institusi pendidikan mulai tingkat SD, SMP hingga SMA.

Baca juga: Kontainer Tabrak Lima Motor di Pasuruan, 3 Orang Tewas

Selain sekolah, lingkungan keluarga dinilai menjadi benteng utama dalam membangun ketahanan anak terhadap pengaruh negatif narkotika.

Penguatan karakter sejak dini dianggap menjadi langkah penting untuk meminimalisasi potensi penyimpangan perilaku remaja.

“Di kalangan anak-anak, upaya pencegahan bersama harus digalakkan. Karena itu, keluarga berperan penting untuk membekali karakter anaknya sebagai daya tangkal dari perilaku buruk di lingkungan luar,” jelasnya.

Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Pasuruan juga mulai memperluas pelibatan generasi muda dalam gerakan anti narkoba.

Salah satunya melalui pelantikan puluhan anggota Kelompok Pemuda Anti Narkoba (KOPAN) di Auditorium Mpu Sindok pada Senin (4/5/2026) lalu.

Baca juga: Ahmad Dhani Tewas Kecelakaan di Bangil Pasuruan

Dalam agenda tersebut, Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo menegaskan bahwa remaja memiliki posisi strategis dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan bebas narkotika. Sebab, kelompok usia muda kerap menjadi sasaran utama peredaran narkoba.

"Ini menjadi tugas kita bersama untuk memerangi narkoba, khususnya di Kabupaten Pasuruan. Dan salah satu pihak yang berperan penting adalah para pemuda. Dengan dilantiknya anggota KOPAN, saya berharap Panjenengan bisa langsung berkoordinasi, membuat rencana dan aksi kerja nyata yang berdampak pada semakin menurunnya kasus narkoba di daerah,” terangnya.

Dalam momen ini, Masduki menambahkan bahwa upaya pemberantasan narkotika tidak dapat dilakukan hanya oleh BNN semata. Dibutuhkan sinergi lintas sektor serta kepedulian bersama agar lingkungan masyarakat terbebas dari pengaruh narkoba.

“Kita harus sadar dan menyelamatkan lingkungan kita dari penggunaan narkoba. Cepat atau lambat, pecandu bisa menularkan kecanduannya ke orang lain. Saling aware, menjaga lingkungan dari peredaran narkoba. Berani bilang tidak pada narkoba,” tegasnya.

Editor : Zein Muhammad

Kemensos Hadir
Berita Terpopuler
Berita Terbaru