selalu.id - Puluhan pedagang menolak rencana pembongkaran stand unggas di Pasar Pabean Surabaya, Selasa (5/5/2026).
Mereka menyampaikan keberatan sekaligus menawarkan solusi penataan pasar melalui pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).
Baca juga: Mengenal Program Pisang Danor, Strategi Surabaya dalam Kurangi Sampah dan Tekan Biaya TPA
Pantauan di lapangan, para pedagang menggelar aksi damai di area pasar. Mereka menilai pembongkaran bukan solusi tepat karena stand tersebut menjadi sumber penghidupan yang telah ditempati bertahun-tahun.
Koordinator pedagang unggas, Fauzi, mengatakan para pedagang tidak menolak penertiban maupun aturan pemerintah. Namun, mereka meminta kebijakan yang lebih berpihak pada keberlangsungan usaha kecil.
“Kami minta jangan dibongkar, cukup ditertibkan saja. Harapan kami di sini dibuatkan IPAL, agar lebih tertata dan higenis," jelasnya.
Menurut Fauzi, keberadaan IPAL dinilai bisa menjadi jalan tengah antara kepentingan penataan pasar dan kebutuhan pedagang.
Baca juga: Kejar Target Investasi Rp43 Triliun di 2026, Pemkot Surabaya Andalkan Perizinan Berbasis AI
Selain menjaga kebersihan, fasilitas itu juga dianggap mampu meningkatkan standar kesehatan penjualan unggas di Pasar Pabean.
Selain menolak pembongkaran, para pedagang juga mengajukan syarat apabila relokasi tetap dilakukan.
Mereka meminta pemerintah menyediakan stand pengganti yang sesuai untuk perdagangan unggas serta lokasi baru yang tidak jauh dari Pasar Pabean.
Baca juga: Soal Foto Armuji Tak Dipasang di Poster Soekarno Cup 2026, Begini Jawaban Halus Panitia
Pedagang khawatir perpindahan ke lokasi yang terlalu jauh akan membuat pelanggan beralih dan berdampak pada penurunan pendapatan.
Hingga siang hari, para pedagang masih bertahan di area pasar sambil menunggu perwakilan pemerintah untuk berdialog.
"Kami berharap rencana pembongkaran dapat dikaji ulang dan diganti dengan konsep penataan yang tetap menjaga roda ekonomi kerakyatan," kata Fauzi.
Editor : Zein Muhammad