selalu.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mulai menerapkan sistem parkir digital atau pembayaran non-tunai di kawasan Kebun Binatang Surabaya (KBS).
Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya mendorong transparansi serta digitalisasi layanan parkir di Kota Pahlawan.
Baca juga: Pemkot Surabaya Tetapkan Perwalian 75 Anak Perlindungan Khusus
Direktur Keuangan dan SDM KBS, Muhammad Nahroni, mengatakan penerapan parkir digital telah dimulai sejak 16 Maret 2026, setelah melalui koordinasi dengan Dinas Perhubungan Kota Surabaya menjelang libur Lebaran.
“Implementasi sudah berjalan sejak sebelum Lebaran. Saat awal diterapkan, alhamdulillah tidak ada kendala berarti,” jelasnya, Selasa (14/4/2026).
Nahroni mengatakan, koordinasi intensif dilakukan karena sistem ini tergolong baru, baik bagi pengelola maupun pengunjung. Meski demikian, proses adaptasi dinilai berjalan cukup mulus.
Dari sisi tarif, tidak ada perubahan dibanding sebelumnya. Parkir sepeda motor tetap Rp5.000 dan mobil Rp10.000 dengan sistem tarif flat. Pembayaran dilakukan secara non-tunai menggunakan berbagai metode, seperti QRIS hingga kartu uang elektronik.
“QRIS bisa, e-money juga bisa digunakan di sini,” katanya.
Baca juga: Beredar Kabar Gerai Mie Gacoan di Surabaya Banyak yang Disegel, Ada Apa?
Meski mendapat respons positif dari pengunjung, Nahroni mengakui masih ada tantangan saat kondisi ramai.
Transaksi menggunakan QRIS dinilai membutuhkan waktu lebih lama, sehingga berpotensi menimbulkan antrean.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, pengelola berencana menambah perangkat pembayaran, terutama saat lonjakan pengunjung dengan skema mirip sistem gerbang tol.
Baca juga: Mampir di Surabaya, Hasto Bicara Soal Tudingan PDIP Sebagai Dalang Aksi Demonstrasi
“Kami akan tambah alat ketika ramai, supaya prosesnya bisa lebih cepat,” bebernya.
Selama periode libur nasional dan cuti bersama Nyepi serta Idulfitri 2026, jumlah pengunjung KBS tercatat mencapai sekitar 40 ribu orang. Mayoritas merupakan keluarga yang memanfaatkan libur panjang untuk berwisata edukasi.
Dari sisi akses, pintu utama dan pintu 12 masih menjadi jalur favorit. Sementara itu, keberadaan Tunnel Terminal Intermoda Joyoboyo (TIJ)–KBS turut menyumbang sekitar 40 hingga 49 persen arus kunjungan ke kawasan wisata tersebut.
Editor : Zein Muhammad