Persewaan iPhone di Surabaya Laku Keras Jelang Lebaran, Berikut Syarat untuk Sewa hingga Tarifnya

Reporter : Zein Muhammad
Ilustrasi. (Dok. Pinterest/Istimewa).

selalu.id - Mungkin tak banyak orang tahu. Ternyata, bisnis persewaan atau rental kini juga merambah handphone, bukan cuma mobil atau motor.

Persewaan handphone yang kini ramai salah satunya ada di Surabaya. Dan yang paling laris, adalah iPhone.

Baca juga: Menanti Ending di Balik Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari di Surabaya

Rara, pelaku bisnis di bidang ini mengaku sangat bersyukur dengan datangnya bulan suci Ramadan, apalagi menjelang Lebaran. Penyewaan iPhone di tempatnya laris manis.

"Alhamdulillah, sejak H-7 kemarin sudah banyak yang nyewa, sampai kehabisan," ungkapnya, Senin (16/3/2026).

Rara menyebut, beberapa tipe seperti iPhone XR, 11 Pro, 13, hingga 16 sudah ludes disewa.

"Untuk saat ini beberapa tipe sudah sold out. Dari masing-masing itu ada beberapa unit, jadi kami tidak hanya punya satu, tapi ada beberapa," jelasnya.

Menurutnya, Lebaran kali ini menjadi periode paling sibuk. Berbeda dengan hari biasa yang memungkinkan penyewaan harian, saat ini Rara menerapkan sistem minimal sewa selama tiga hari.

Wanita 32 tahun ini menawarkan paket sewa mulai dari 3, 5, hingga 10 hari dengan harga yang semakin murah jika durasi sewa lebih panjang.

"Start dari kami mulai harga Rp100 ribu," katanya.

Penyewa yang datang pun bervariasi, mulai dari usia 19 hingga 27 tahun, dengan kebutuhan yang beragam.

Ada yang menyewa untuk foto katalog bisnis online, tugas kuliah, perjalanan umroh, hingga kebutuhan jangka panjang selama satu bulan penuh.

Ilustrasi. (Dok. Selalu.id).

Baca juga: Remaja di Surabaya Tewas Dikeroyok Pelajar SMA, Sempat Gegar Otak dan Patah Tulang

Untuk menjaga keamanan barang, sistem pembayaran yang diterapkan adalah uang muka 50 persen saat pemesanan, sementara sisanya harus dilunasi saat pengambilan unit.

Tidak semua penyewa yang mengajukan permohonan akan diterima. Rara memastikan timnya melakukan validasi data secara ketat.

"Syarat di kami simpel, bisa dengan KTP atau SIM. Kalau untuk perjalanan jauh, ada opsi lain seperti ijazah atau STNK, tapi tetap dengan pertimbangan ketat," paparnya.

Bisnis persewaan barang berharga seperti iPhone tidak lepas dari risiko kehilangan. Untuk itu, Rara dan timnya menerapkan berbagai langkah pencegahan, salah satunya melalui proses validasi data yang lebih mendalam.

"Customer yang sudah mengisi data belum tentu bisa sewa. Kami pertimbangkan dulu, lihat akun Instagramnya, periksa username WhatsApp-nya, bahkan dari tahun berapa WhatsApp-nya terdaftar. Kalau baru dibuat mendekati 2025, kami cari tahu lebih lanjut melalui GetContact," tegasnya.

Meski banyak yang mengira rental iPhone sekadar untuk memenuhi gaya hidup, kenyataannya sebagian besar penyewa memanfaatkan layanan ini untuk keperluan produktif.

Baca juga: Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

"Ternyata nggak semua yang sewa itu buat gaya hidup. Banyak yang butuh untuk foto katalog bisnis, belajar fotografi, atau tugas kuliah. Bahkan ada yang patungan karena belum punya KTP tapi butuh buat bikin video tugas," jelas wanita kelahiran Jakarta itu.

Tak hanya individu, banyak perusahaan juga memanfaatkan layanan ini untuk live streaming atau operasional kantor baru.

Sejak memulai usahanya pada 2018 dengan menyewakan kamera DSLR, mirrorless, dan action cam, Rara kini melihat peluang besar di persewaan iPhone.

Bisnis ini bukan sekadar memenuhi tren, tapi juga menjadi solusi bagi mereka yang membutuhkan perangkat berkualitas tanpa harus membeli dengan harga mahal.

"Yang penting amanah. Barang kembali dengan selamat, customer puas, bisnis pun berjalan lancar," pungkas dia.

Editor : Zein Muhammad

Kemensos Hadir
Berita Terpopuler
Berita Terbaru