Ramadan Bikin Jalanan Surabaya Padat, Dishub Ungkap Jam Paling Rawan Macet

Reporter : Ade Resty
Jalan Tunjungan Surabaya. (Dok.Diskominfo Surabaya)

selalu.id - Kepadatan lalu lintas di Kota Surabaya meningkat dalam beberapa hari terakhir, terutama pada sore hari menjelang waktu berbuka puasa. 

Lonjakan volume kendaraan terjadi di sejumlah ruas jalan utama serta kawasan pusat perbelanjaan yang dipadati masyarakat.

Baca juga: Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan Kota Surabaya, Trio Wahyu Bowo, mengatakan kepadatan tersebut dipicu oleh pergerakan masyarakat yang hampir bersamaan saat pulang kerja untuk berbuka puasa bersama keluarga.

“Menjelang waktu berbuka puasa, pergerakan kendaraan meningkat karena banyak warga pulang kerja pada waktu yang hampir bersamaan. Kondisi ini membuat sejumlah ruas jalan utama dan kawasan pusat perbelanjaan mengalami kepadatan,” kata Trio, Minggu (15/3/2026).

Untuk mengantisipasi kemacetan, Dinas Perhubungan Surabaya berkoordinasi dengan Satuan Lalu Lintas Polrestabes Surabaya dalam melakukan pengaturan lalu lintas di berbagai titik rawan.

Pemantauan arus kendaraan dilakukan melalui jaringan kamera pengawas (CCTV) yang terhubung dengan sistem Surabaya Intelligent Transport System (SITS) di pusat kendali lalu lintas Terminal Bratang.

Trio menjelaskan, saat jam sibuk sore hari sekitar pukul 15.00 WIB, petugas akan memprioritaskan arus kendaraan yang mengarah keluar kota maupun menuju wilayah selatan Surabaya.

Baca juga: SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

Pengaturan dilakukan dengan menyesuaikan durasi lampu lalu lintas di sejumlah persimpangan. Pada jalur tertentu, waktu lampu hijau diperpanjang agar arus kendaraan yang menjadi prioritas dapat mengalir lebih lancar.

“Pengaturan dilakukan dengan menyesuaikan durasi lampu lalu lintas. Pada jalur tertentu, waktu lampu hijau diperpanjang untuk memperlancar arus kendaraan yang menjadi prioritas,” ujarnya.

Menurutnya, kebijakan tersebut berpotensi meningkatkan kepadatan di jalur lain. Namun langkah tersebut dinilai perlu agar jalur utama yang digunakan masyarakat saat pulang kerja tetap dapat dilalui dengan lebih lancar.

Selain pada sore hari, Dishub juga menyesuaikan pola pengaturan lalu lintas pada jam sibuk pagi. Prioritas diberikan pada arus kendaraan yang masuk ke Kota Surabaya, mulai dari kawasan Bundaran Waru menuju Jalan Darmo, Kertajaya hingga Urip Sumoharjo.

Baca juga: Maling yang Sering Bobol Rumah di Kawasan Semampir Surabaya Ditangkap, Ini Namanya

Trio menambahkan, sebagian persimpangan di Surabaya kini telah dilengkapi teknologi smart traffic light yang dapat menyesuaikan durasi lampu merah dan hijau secara otomatis berdasarkan volume kendaraan.

Meski demikian, pengawasan tetap dilakukan secara langsung oleh petugas di lapangan. Jika antrean kendaraan melebihi batas tertentu, petugas akan melakukan intervensi manual untuk menyesuaikan pengaturan lalu lintas.

“Pengaturan tersebut dilakukan agar arus lalu lintas, terutama pada jam pulang kerja menjelang berbuka puasa, tetap bergerak lebih lancar,” pungkasnya.

Editor : Redaksi

Kemensos Hadir
Berita Terpopuler
Berita Terbaru