selalu.id - Anomali cuaca yang masih terjadi belakangan ini membuat kondisi perairan sulit diprediksi.
Menyikapi hal tersebut, Satpolairud Polres Probolinggo meningkatkan pemantauan di wilayah sungai dan laut untuk mengantisipasi potensi bahaya.
Baca juga: Tips Menjaga Kesehatan Anak di Musim Hujan, Bunda Wajib Catat Yaa..
Cuaca ekstrem berpotensi memicu gelombang tinggi di laut maupun peningkatan debit air sungai secara tiba-tiba.
Kondisi ini perlu diwaspadai masyarakat, khususnya mereka yang beraktivitas di sekitar perairan.
Perubahan cuaca yang terjadi pun terbilang cepat. Pada pagi hari cuaca bisa terlihat cerah, namun berubah menjadi mendung disertai hujan deras pada sore harinya.
Situasi tersebut berisiko menimbulkan bencana, bahkan dapat menyebabkan korban jiwa.
Kasat Polairud Polres Probolinggo, AKP I Wayan Mulyana, menegaskan bahwa masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan.
“Saat ini cuaca ekstrem perlu diwaspadai karena sewaktu-waktu bisa membahayakan masyarakat,” jelasnya, Rabu (4/3/2026).
Baca juga: Keputusan di Balik Penangguhan Penahanan Guru Honorer Probolinggo Tersangka Rangkap Jabatan
Sebagai langkah antisipasi, petugas rutin melakukan patroli dan memberikan imbauan langsung kepada warga.
Masyarakat diminta segera keluar dari area perairan, baik sungai maupun laut, ketika cuaca mulai mendung atau menunjukkan tanda-tanda memburuk. Kondisi tersebut berpotensi memicu gelombang tinggi dan arus deras.
Imbauan ini disampaikan menyusul dua insiden yang terjadi di wilayah perairan Kabupaten Probolinggo.
Peristiwa pertama terjadi pada Sabtu (21/2/2026), ketika dua anak terseret arus Sungai Pancarglagas di Desa Randumerak, Kecamatan Paiton. Hingga kini, satu korban masih dalam pencarian.
Baca juga: Kejati Jatim Hentikan Proses Hukum Guru Honorer di Probolinggo yang Rangkap Jabatan PLD
Di hari yang sama pada malam harinya, insiden juga terjadi di perairan laut Kalibuntu, Kecamatan Kraksaan.
Seorang nelayan asal Dusun Sembilang II, Desa Kalibuntu, mengalami kecelakaan laut saat hendak pulang usai menangkap cumi-cumi.
Perahu yang ditumpangi bersama dua rekannya dihantam ombak hingga terbalik dan tenggelam. Satu korban dilaporkan masih belum ditemukan.
“Cuaca ekstrem masih berlangsung. Warga harus waspada dan berhati-hati, terutama saat bermain atau beraktivitas di laut,” imbau I Wayan.
Editor : Zein Muhammad