selalu.id - Dua mayat yang ditemukan di lubang bekas bangunan asrama polisi di Desa Rejoagung, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang diduga kuat merupakan warga asal Kabupaten Nganjuk.
Satreskrim Polres Jombang menduga kuat jika kedua korban merupakan ibu dan anak warga asal Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.
Baca juga: Polisi Sebut Dua Mayat di Lubang Bekas Aspol Diduga Tewas Dibakar
Kasatreskrim Polres Jombang, AKP Dimas Robin Alexander mengatakan bahwa, identifikasi awal ini diperkuat dengan ditemukannya satu unit sepeda motor Yamaha Vega bernopol AG 5053 WO di lokasi.
"Setelah kami lakukan penyelidikan, kami mendapatkan suami dari jenazah itu. Dua hari sebelumnya, suami ini melaporkan orang hilang, istrinya yang meninggalkan rumah pagi hari bersama anak, dengan motor tersebut," kata AKP Dimas pada Rabu (25/2/2026).
Ia menambahkan, bahwa identitas resmi masih menunggu pembuktian ilmiah. Saat ini, tim medis masih kesulitan melakukan identifikasi fisik karena kondisi jenazah yang rusak.
Baca juga: Dua Mayat di Lubang Bekas Asrama Polisi Jombang Diduga Korban Pembunuhan
"Sampai saat ini jenazah belum berhasil diidentifikasi karena beberapa sidik jari sudah rusak, sehingga belum bisa kami baca dengan alat identifikasi,” jelasnya.
Jika metode sidik jari tetap gagal, penyidik telah menyiapkan langkah alternatif melalui tes DNA atau pencocokan data antemortem korban, termasuk verifikasi pakaian terakhir yang dikenakan.
Tragedi memilukan ini pertama kali terungkap saat warga menemukan dua jenazah di puing bangunan terbengkalai dengan kondisi kulit mengelupas akibat terbakar. Di lokasi, polisi juga mengamankan sebuah botol berisi cairan yang diduga kuat merupakan bahan bakar minyak (BBM).
Baca juga: Jombang Gempar, Dua Mayat Ditemukan di Lubang Bekas Asrama Polisi
Hingga kini, Satreskrim Polres Jombang terus melakukan pendalaman intensif untuk mengungkap motif di balik kematian tragis ini.
"Secara penyelidikan memang suami sudah melaporkan kehilangan istri dan anak. Namun secara ilmiah identitas belum bisa kami pastikan. Dugaan sementara kuat ini ibu dan anak asal Nganjuk,” pungkasnya.
Editor : Redaksi