selalu.id - Pasien Covid-19 di Rumah Sakit Islam (RSI) Ahmad Yani, Surabaya mengalami penurunan, begitu juga permintaan tes swab. Meski demikian, manajemen RSI berpesan kepada masyarakat agar tetap menjaga protokol kesehatan. Mulai dari memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas.
Dirut RSI Ahmad Yani, Dokter Dodo Anondo mengatakan bahwa dalam beberapa hari terakhir jumlah penyusutan pasien dirasakan cukup drastis.
Baca juga: Hujan Angin Terjang Surabaya: Genteng Rumah Warga Berterbangan, Sejumlah Pohon Juga Tumbang
"Kemarin sekitar 20. Mulai turun dari Kamis menjadi 7. Sekarang tinggal 6. Kira kira beberapa hari lagi sudah keluar, belum ada pasien yang masuk lagi. Kami sediakan 26 tempat tidur," ujarnya, Sabtu (5/3/2022).
Dodo menyampaikan, pasien yang dirawat adalah bergejala sedang serta menempati ruang isolasi. Untuk gejala ringan seperti batuk dan pilek cukup melakukan isolasi mandiri.
"Kemudian, ruang ICU saat ini kosong. Jadi RSI Ahmad Yani tinggal 6 orang dan mengarah membaik semua kondisinya. Kenapa kasusnya turun karena banyak yang sudah divaksin," tegasnya.
"Ditambah masyarakat juga tahu apa yang harus dilakukan apabila terkena indikasi gejala Covid 19. Karena sering mendapat sosialisasi," sambungnya.
Baca juga: Jelang HUT ke-18, Gerindra Surabaya Gelar Cek Kesehatan Gratis pada Lansia
Lebih lanjut Dodo menjelaskan, mengenai permintaan Tes Covid 19 selama ini mulai ada penurunan hingga mencapai 50 persen dari biasanya.
Meski permintaan tes tetap ada, kata Dodo, namun tidak sebanyak pada gelombang satu dan dua. Apalagi sebelumnya yang melakukan adalah Orang Tanpa Gejala (OTG).
"Saya minta pada masyarakat tetap galakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, harus dijalankan. Gelombang satu dan dua memang luar biasa penularannya. Kalau tidak hati- hati bisa mengarah gejala berat. Tetap jaga prokes," tandasnya. (Ade/SL1)
Baca juga: Pelindo Petikemas Luruskan Kabar Antrean Kapal di Pelabuhan Tanjung Perak
Editor : Redaksi