selalu.id - Kondisi Pasar Tembok Dukuh di Kecamatan Bubutan, Surabaya memprihatinkan. Dari total 148 stan yang tersedia, kini hanya sekitar 22 stan yang aktif beroperasi, sisanya kosong.
Data tersebut menjadi dasar rencana penertiban dan pengembalian fungsi pasar oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.
Baca juga: Polrestabes Surabaya Gerebek Markas Sindikat Curanmor di Margomulyo, Ini yang Didapat
Pemkot juga telah melakukan sosialisasi kepada pedagang mulai kemarin, Kamis (19/2/2026), melibatkan perangkat daerah, kecamatan, Satpol PP hingga PT Pasar Surya (Perseroda).
Camat Bubutan, Ferdhie Ardiansyah mengatakan bahwa penataan dilakukan karena rendahnya tingkat keterisian stan di dalam pasar.
“Di dalam Pasar Tembok ini ada 148 stan, yang aktif hanya sekitar 21 atau 22 saja,” sebutnya, Jumat (20/2/2026).
Menurut Ferdhie, sekitar 120 stan dalam kondisi kosong. Sementara di sisi lain, terdapat pedagang yang berjualan di luar area pasar atau pasar tumpah.
Baca juga: Sembunyikan Motor Curian di Rumah Mertua, Begini Ending Maling di Surabaya
Rencana penataan akan mengarahkan pedagang luar agar menempati stan kosong di dalam pasar.
Selain itu, pedagang ayam potong yang saat ini berada di dalam Pasar Tembok Dukuh juga akan dipindahkan ke lokasi khusus.
“Kita sampaikan kepada pedagang potong ayam agar nanti ditempatkan di pasar khusus pedagang ayam,” jelasnya.
Baca juga: DPRD Surabaya Soroti Dugaan Ketidaklengkapan Izin Pasar di Kawasan Tanjungsari
Pemkot juga melakukan pendataan ulang. Stan di Pasar Tembok Dukuh disebut hanya akan diberikan kepada pedagang ber-KTP Surabaya.
Sosialisasi dijadwalkan berlangsung selama satu bulan. Setelah itu, penertiban akan dilakukan terhadap pedagang yang tidak sesuai ketentuan.
Editor : Zein Muhammad