Ramadan 2026

Viral Pentas Sound Horeg hingga Subuh di Mojokerto: Awalnya Ruwat Desa, Jadi Karnaval

Reporter : Achmad Supriyadi
Pentas sound horeg yang digelar di Mojokerto hingga subuh. (Dok. Tangkapan layar).

selalu.id - Pentas sound horeg yang digelar dari siang hingga subuh di Desa Medali, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, viral dan menuai sorotan publik.

Sejatinya, sound horeg tersebut digelar untuk ruwat desa. Namun, diselingi dengan karnaval budaya dan sejarah dengan menggunakan sound horeg.

Baca juga: Beda dengan Surabaya, Harga Cabai dan Ayam di Mojokerto Justru Melejit Naik

Pementasan itu dimulai pukul 14.00 WIB dan dijadwalkan selesai pukul 24.00 atau 00.00 WIB. Tetapi, karnaval sound horeg tersebut baru selesai pada pukul 04.30 WIB.

"Pagelaran Medali spektakuler itu dimulai jam 14.00 sampai jam 24.00 WIB, tapi banyak kendala teknis yang di lapangan sehingga akhirnya menjadi molor. Tidak dari start tetapi dari perjalanannya," kata Kepala Desa (kades) Medali, Miftahudin, Kamis (19/2/2026).

Pentas sound horeg yang digelar di Mojokerto hingga subuh. (Dok. Tangkapan layar).

Baca juga: Potret Warga Binaan Lapas Mojokerto Bersih-bersih Masjid Sambut Ramadan

Ia menambahkan, perizinan kegiatan tersebut mendapat izin maksimal selesai pukul 24.00 WIB dengan beberapa pertimbangan.

"Perizinan fine-fine saja sampai jam 24.00, kita juga sudah memberikan pertimbangan dari pengalaman tahun kemarin itu direncanakan jam 22.00 bisa sampai jam 01.00 dini hari. Maka, jam 24.00 bisa jadi selesai jam 02.00 jika tidak ada kendala atau ada kendala," bebernya.

Baca juga: Pecah Ban, Mobil Pikap Muatan Durian Terguling di Tol Surabaya Mojokerto

Pria yang akrab disapa Miftah ini menjelaskan, saat kegiatan berlangsung banyak kendala yang dihadapi oleh panitia dan peserta. Acara ini diikuti oleh 32 peserta.

"Ternyata di lapangan untuk tahun ini banyak kendala. Pohon yang belum ditebang, ada beberapa mobil sound system itu yang bermasalah. Contoh mobil koplingnya nyeplos akhirnya kita harus mendorong itu sampai tempat aman untuk yang lain bisa jalan. Ada 32 peserta dari tiap rt, karang taruna dan juga beberapa pengusaha di Desa Medali," jelasnya.

Editor : Zein Muhammad

Kemensos Hadir
Berita Terpopuler
Berita Terbaru