Pemkot Surabaya Seleksi Ketat Penerima Bantuan Rutilahu 2026, Berikut yang Jadi Prioritas

Reporter : Ade Resty
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat kegiataan serah terima 100 unit rumah. (Dok. Diskominfo Surabaya).

selalu.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mulai memperketat seleksi penerima bantuan perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) pada tahun 2026.

Kebijakan ini memprioritaskan warga yang masuk kategori desil 1 hingga 5, atau kelompok masyarakat dengan kondisi ekonomi terbawah.

Baca juga: Pacu Arus Peti Kemas, Pelindo Optimis Ekspor Indonesia Menguat di 2026

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi menyampaikan, pengetatan kriteria dilakukan agar bantuan sosial benar-benar diterima warga yang paling membutuhkan, sejalan dengan arahan pemerintah pusat.

“Kalau ada rumah hampir roboh tapi pemiliknya tergolong mampu, maka akan didahulukan warga yang benar-benar tidak mampu,” jelasnya, Selasa (10/2/2026).

Menurut Eri, kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya penajaman sasaran program bantuan sosial, khususnya di sektor perumahan.

Pada 2026, Pemkot Surabaya menargetkan perbaikan 3.242 unit Rutilahu. Dari jumlah tersebut, 2.240 unit dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Surabaya, sedangkan 1.002 unit berasal dari pendanaan non-APBD, termasuk dukungan yayasan sosial dan sektor swasta.

Salah satu kolaborasi yang berjalan adalah bersama Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia. Dalam kegiatan yang sama, dilakukan serah terima 100 unit rumah hasil renovasi melalui program gotong royong perbaikan hunian warga.

Baca juga: 45 Ribu Peserta PBI JKN Surabaya Dinonaktifkan, Berikut Penjelasan Dinkes

Ketua Yayasan Buddha Tzu Chi Surabaya, Vivian Fan menyebut program tersebut merupakan bagian dari target renovasi 5.000 rumah di 13 kota di Indonesia.

Untuk Surabaya, yayasan menargetkan perbaikan 500 unit rumah secara bertahap.

"Untuk 118 unit lainnya sedang dalam proses yang kami targetkan tuntas sebelum Lebaran. Sisanya 282 unit akan menyusul,” kata Vivian.

Pemkot Surabaya menyatakan penentuan penerima bantuan dilakukan berdasarkan data kesejahteraan masyarakat. Skema desil digunakan untuk mengelompokkan tingkat kemampuan ekonomi warga, sehingga bantuan dapat lebih tepat sasaran.

Baca juga: Potret 25 Terdakwa Kasus Pesta Gay Surabaya saat Jalani Sidang Perdana

Selain kondisi bangunan rumah, faktor ekonomi keluarga menjadi pertimbangan utama dalam penentuan penerima program Rutilahu tahun depan.

Salah satu warga penerima bantuan, Trianto Santosa, warga Kelurahan Ngagel Rejo, mengaku kondisi rumahnya sebelumnya mengalami kerusakan pada bagian atap dan dinding.

“Sekarang rumah sudah lebih layak ditempati dan tidak bocor lagi saat hujan,” ujarnya.

Editor : Zein Muhammad

Kemensos Hadir
Berita Terpopuler
Berita Terbaru