selalu.id - Wisata Banyuwangi cocok sekali untuk liburan bersama keluarga. Selain menawarkan pesona alam yang luar biasa, kabupaten di ujung timur Pulau Jawa ini juga menyimpan budaya lokal yang kental.
Dengan akses transportasi yang semakin mudah dan fasilitas wisata yang terus berkembang, Banyuwangi menjelma menjadi salah satu destinasi wisata paling populer di Indonesia.
Baca juga: Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan
Berikut 6 wisata Banyuwangi yang cocok untuk liburan bersama keluarga:
1. Green Island (Pulau Hijau)
Pulau kecil ini menyimpan hamparan pasir putih dan air laut yang sangat jernih, membuat siapa pun betah berlama-lama. Meski ukurannya kecil, Green Island atau Pulau Hijau menjadi destinasi yang cocok untuk berenang, snorkeling, atau sekadar bersantai menikmati suasana alami.
Wisatawan yang berkunjung kesini biasanya akan diajak berjalan ke puncak pulau hijau agar bisa menikamti pemandangan indah dari sudut terbaik.
Setelah puas mengambil foto, kamu bisa menikmati keindahan pantai yang asri dan masih alami.
Daya Tarik: Pantai bersih, air laut hijau toska, dan spot snorkeling alami.
Lokasi: Terletak di Kecamatan Pesanggaran. Akses dari Banyuwangi kota sekitar 90 km. Dari Pantai Mustika, naik perahu sekitar 15 menit menuju pulau.
2. Pulau Tabuhan
Dirangkum dari situs jalan-jalan di Banyuwangi, Wisata Pulau Tabuhan Banyuwangi adalah sebuah pulau seluas sekitar 5 hektar yang terletak di tengah laut selat Bali.
Pulau Tabuhan merupakan pulau kosong yang tak berpenghuni manusia.
Pulau ini terkenal sebagai tempat ideal untuk olahraga air seperti kitesurfing dan windsurfing karena angin konstan sepanjang tahun.
Pasir putih, air sebening kaca, dan keheningan pulau menjadikan Tabuhan sebagai tempat pelarian sempurna dari hiruk-pikuk kota.
Wisata Pulau Tabuhan Banyuwangi sangat cocok untuk snorkeling bahkan bermain kano karena ombaknya relatif tenang.
Keindahan lautnya yang terdiri dari hamparan pasir putih, dan keindahan flora dan faunanya yang membuat para wisatawan semakin betah untuk berlama-lama berada di pulau ini.
Pantai ini juga sangat cocok untuk aktivitas selancar layang atau kiteboarding.
Daya Tarik: Kegiatan watersport, pantai jernih, dan suasana pulau pribadi.
Lokasi: Ada beberapa opsi untuk bisa sampai ke Pulau Tabuhan yaitu melakukan penyebrangan dari Pantai Kampe, dari Pantai Bangsring, dan dari Grand Watu dodol. Paling mudah aksesnya adalah dari Pantai Bangsring dan Grand Watu Dodol.
3. Hutan De Djawatan
Mengutip situs perhutani, lokasi ini mulai dibuka untuk kunjungan wisata pada tahun 2018. Mirip Hutan Fangorn yang menjadi latar film "The Lord of The Rings", hutan ini dipenuhi pohon trembesi tua dengan batang besar dan akar menggantung.
Suasana yang mistis dan teduh menjadikannya lokasi favorit untuk berfoto dan menikmati keasrian alam. Ada sekitar 805 pohon yang telah berumur 100-150 tahun. Rata-rata, pohon-pohon memiliki ukuran keliling 400-500 sentimeter, dengan diameter 1,5 meter sampai 2 meter.
Daya Tarik: Pepohonan raksasa unik, udara sejuk, dan spot foto alami.
Baca juga: Tips Merawat Motor saat Musim Hujan Supaya Tetap Bandel
Lokasi: De Djawatan berjarak 31 kilometer dari pusat kota Banyuwangi ke arah selatan dengan waktu tempuh sekitar satu jam.
Rute menuju De Djawatan dari pusat Kota Banyuwangi yaitu melalui Jalan Raya Jember - Jalan Raya Jember-Banyuwangi - Jalan Banyuwangi - De Djawatan.
4. Pantai Wedi Ireng
Pantai ini memang tidak sepopuler pantai pulau merah meskipun berada pada satu jalur.
Hal ini disebabkan aksesnya yang sulit dijangkau sehingga masih menjadi lokasi yang tersembunyi.
Namun panorama yang ditawarkan sangat mempesona. Pantai ini menyuguhkan pemandangan alami yang masih sepi wisatawan.
Namanya berasal dari pasirnya yang terlihat putih, namun ketika basah, berubah menjadi hitam.
Keunikan ini memberikan pengalaman visual yang tidak biasa. Ombak pantai Wedi Ireng juga termasuk landai meski termasuk salah satu pantai selatan.
Daya Tarik: Kombinasi pasir putih dan hitam, suasana sepi dan alami, membuat pengunjung betah berlama-lama di pantai ini.
Lokasi: Terletak di Kecamatan Pesanggaran. Bisa diakses melalui jalur darat atau menyeberang perahu dari Pantai Mustika.
5. Pantai Teluk Ijo (Green Bay)
Berada di Taman Nasional Meru Betiri, pantai ini dikenal dengan pasirnya yang halus seperti tepung dan air lautnya yang hijau jernih.
Baca juga: Konflik Lahan di Jember Masih Rawan, DPRD Dorong Peran Posbakum Desa
Suasana tenang membuat Teluk Ijo cocok untuk menikmati ketenangan dan berenang dengan aman di tepian pantai. Setiap sudut pantai ini menawarkan keindahan alami yang memikat.
Nama Green Bay berasal dari warna air lautnya yang hijau toska, yang disebabkan oleh tumbuhan laut dan pantulan cahaya matahari.
Kombinasi warna hijau air laut dan pasir putih menciptakan panorama Pantai Teluk Hijau yang begitu memesona.
Daya Tarik: Air laut yang berwarna hijau toska menjadi daya tarik utama, memberikan kesan eksotis yang jarang ditemukan di pantai lainnya.
Selain warna air yang unik, wisatawan dapat menikmati pasir super lembut, dan hutan tropis di sekitar.
Lokasi: Terletak di kawasan Taman Nasional Meru Betiri. Perlu trekking atau naik perahu dari Rajegwesi.
6. Kawah Ijen
Kawah Ijen terkenal di dunia berkat fenomena alamnya yang langka: api biru atau "blue fire" yang hanya ada dua di dunia. Setiap dini hari, para pendaki memulai perjalanan menuju puncak Ijen untuk menyaksikan cahaya biru menyala dari kawah belerang.
Selain itu, panorama matahari terbit dan danau berwarna toska menjadi suguhan yang tak terlupakan.
Daya Tarik: Blue fire, danau asam, serta para penambang belerang tradisional.
Lokasi: Terletak di perbatasan Banyuwangi dan Bondowoso. Dari Banyuwangi kota, perjalanan bisa ditempuh sekitar 1,5-2 jam menuju Paltuding, titik awal pendakian.
Editor : Zein Muhammad