selalu.id - Pola Hujan yang Ekstrem di tahun ini, membuat sistem drainase di Kota Surabaya mulai kewalahan.
Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) mulai melakukan penyesuaian dengan memperbesar saluran dan kolam tampung di beberapa titik.
Baca juga: Menanti Ending di Balik Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari di Surabaya
Kepala Bidang Drainase DSDABM Surabaya, Adi Gunita, mengatakan evaluasi dilakukan karena intensitas hujan saat ini berbeda dibanding saat banyak saluran pertama kali dirancang.
“Jadi memang ada beberapa sistem drainase yang memang dirasa kita memang menyesuaikan dari intensitas curah hujan,” kata Adi, Minggu (1/2/2026).
Baca juga: Remaja di Surabaya Tewas Dikeroyok Pelajar SMA, Sempat Gegar Otak dan Patah Tulang
Pada 2026, DSDABM melakukan intervensi terhadap 12 dari total 30 sistem drainase yang ada di Surabaya. Intervensi tersebut mencakup peningkatan kapasitas saluran hingga pembesaran long storage atau kolam tampung sementara.
“Memang di tahun 2026 ini kami ada intervensi dari 30 sistem drainase yang kita miliki, kita ada preservasi di 12 sistem,” ungkapnya.
Baca juga: Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih
Menurut Adi, pemetaan genangan telah dilakukan sejak beberapa tahun terakhir. Dari sekitar 220 titik genangan yang terdata pada 2021, jumlahnya kini tersisa sekitar 138 titik.
Meski berkurang, beberapa kawasan seperti Jalan Raya Tenggilis Mejoyo, Simo Kalangan, dan Margo Mulyo masih masuk prioritas penanganan jangka menengah. Ia menjelaskan, genangan dikendalikan melalui tiga parameter.
Editor : Yasin