selalu.id – Jawa Timur kembali mencatatkan diri sebagai provinsi dengan kasus HIV tertinggi di Indonesia. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, jumlah Orang dengan HIV (ODHIV) mencapai 65.238 orang.
Angka ini menjadi perhatian serius bagi berbagai pihak, termasuk DPRD Jawa Timur. Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim, Hari Yulianto, menekankan pentingnya langkah strategis untuk menekan laju penularan HIV melalui edukasi, deteksi dini, dan perluasan akses layanan kesehatan.
"Data ini menjadi alarm bagi kita semua. Pemerintah daerah, DPRD, dan masyarakat harus bersatu melakukan langkah nyata," ujar Hari Yulianto, Selasa (11/11/2025).
Dalam periode Januari hingga Maret 2025, tercatat 2.599 kasus baru HIV di Jawa Timur. Kasus terbanyak ditemukan di Sidoarjo, Surabaya, Malang, dan Banyuwangi. Minimnya pemahaman masyarakat tentang cara penularan HIV disebut menjadi faktor utama tingginya angka kasus.
Baca juga: Transformasi Korupsi di DPRD Jatim: Dari P2SEM, Pokir hingga Fee Istri Siri
Hari menjelaskan, perluasan edukasi publik dapat menghapus stigma dan diskriminasi terhadap ODHIV. Ia juga mendorong masyarakat melakukan pencegahan melalui perilaku aman dan memanfaatkan layanan medis yang tersedia.
"Cegah lebih baik daripada mengobati. Tes dini dan pengobatan antiretroviral (ARV) terbukti efektif menekan jumlah virus sekaligus mencegah penularan ke orang lain," jelasnya.
Baca juga: Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang
Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim berkomitmen mendukung kebijakan pemerintah dalam memperluas akses layanan kesehatan, skrining, dan edukasi publik tentang HIV/AIDS. Dukungan keluarga dan lingkungan sosial juga dinilai penting agar ODHIV tetap patuh menjalani pengobatan.
"Semakin cepat kita bergerak, semakin besar peluang menekan penularan. Tujuan akhirnya jelas, masyarakat Jawa Timur yang sehat, produktif, dan berdaya," pungkas Hari Yulianto.
Editor : Ading