selalu.id – Polda Jawa Timur bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menggelar Apel Gelar Pasukan Kesiapan Tanggap Darurat Bencana di Lapangan Mapolda Jatim, Rabu (5/11/2025). Kegiatan ini diikuti unsur TNI, Polri, BPBD, Basarnas, dan berbagai instansi pemerintah daerah sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem dan potensi bencana hidrometeorologi di Jawa Timur.
Baca juga: Polda Jatim Gelar Operasi Keselamatan Semeru 2026: Terjunkan 5.020 Personel, Ini yang Disasar
Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto menyampaikan apel ini menjadi langkah pengecekan kesiapan personel dan peralatan agar dapat membantu masyarakat secara cepat dan tepat saat terjadi bencana.
“Apel kesiapan tanggap darurat bencana di Jawa Timur yang juga dilakukan serentak di seluruh Indonesia ini untuk mengecek kembali kesiapan personel dan peralatan yang kita miliki agar benar-benar siap membantu masyarakat yang terdampak bencana,” ujar Irjen Pol Nanang.
Dalam apel tersebut, Polda Jatim menurunkan sekitar 1.400 personel gabungan dari berbagai instansi. Sementara itu, sebanyak 6.000 personel di jajaran Polres dan Polresta se-Jawa Timur juga melaksanakan kegiatan serupa secara serentak.
“Kami berkolaborasi dengan Pemda, TNI, BNPB, dan semua stakeholder terkait, termasuk masyarakat,” tambah Irjen Pol Nanang.
Kapolda Jatim berharap kesiapan personel dan sinergi antarinstansi dapat mempercepat penanganan bencana. “Diharapkan penanganan bencana dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan terpadu demi keselamatan masyarakat Jawa Timur, karena ini menyangkut pertolongan terhadap jiwa,” tegasnya.
Baca juga: Polisi Segera Periksa PPAT hingga Notaris dalam Kasus Pemalsuan Dokumen Nenek Elina
Dalam apel tersebut, Kapolda Jatim juga membacakan Amanat Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo yang menekankan pentingnya sinergi nasional dalam menghadapi kompleksitas bencana akibat perubahan iklim global.
Berdasarkan data BNPB hingga 19 Oktober 2025, tercatat 2.606 bencana alam terjadi di Indonesia. Rinciannya 1.289 banjir, 544 cuaca ekstrem, 511 kebakaran hutan dan lahan, 189 tanah longsor, 22 gempa bumi, dan 4 erupsi gunung berapi. Akibatnya, 361 orang meninggal, 37 orang hilang, dan lebih dari 5,2 juta orang mengungsi.
Dalam amanat tersebut juga disebutkan Indonesia menempati peringkat ketiga negara dengan potensi bencana tertinggi di dunia menurut World Risk Index 2025.
Baca juga: Kapolda Jatim Tegaskan Komitmen Dukung Reformasi Polri
Kapolda Jatim menegaskan delapan penekanan penting dalam apel siaga ini, di antaranya deteksi dini wilayah rawan bencana, imbauan kamtibmas, kesiapan logistik, simulasi tanggap darurat, kecepatan evakuasi, empati dalam tugas kemanusiaan, evaluasi prosedur penanganan, serta koordinasi lintas sektor dengan TNI, BNPB, Basarnas, PMI, BMKG, dan pemerintah daerah.
“Kita diberi amanah untuk melindungi rakyat dari segala bahaya, termasuk bencana. Negara harus selalu hadir memberikan perlindungan dan pertolongan kepada masyarakat,” ujarnya.
Apel gelar pasukan ini menjadi momentum penting bagi Jawa Timur untuk memperkuat kesiapan tanggap darurat menghadapi potensi bencana hidrometeorologi yang diperkirakan meningkat pada puncak musim hujan November 2025 hingga Januari 2026.
Editor : Ading