selalu.id – Sejumlah proyek pembangunan fisik di Kota Surabaya terancam tertunda akibat turunnya target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dalam Rancangan APBD 2026.
Baca juga: Hadapi Puncak Hujan Februari, Pemkot Surabaya Tambah Lagi 5 Rumah Pompa
Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Surabaya menyebut, penurunan target tersebut membuat pemerintah kota perlu menyesuaikan belanja di berbagai sektor.
Anggota Banggar DPRD Surabaya, Mochammad Machmud, mengatakan target PAD tahun depan turun signifikan. Dari sebelumnya sekitar Rp12 triliun pada 2024–2025, kini hanya diproyeksikan Rp10 triliun.
“Target PAD kita turun. Jadi memang banyak yang dikurangi. Beberapa proyek fisik harus ditunda,” ujar Machmud, Rabu (5/11/2025).
Salah satu proyek besar yang tertunda adalah pembangunan RS Surabaya Selatan senilai sekitar Rp400 miliar. Selain itu, beberapa proyek pembangunan jalan juga terdampak efisiensi anggaran.
Meski begitu, Machmud memastikan pemerintah kota tetap memprioritaskan proyek strategis yang mendukung konektivitas wilayah.
“Program pembangunan jalan-jalan baru masih jadi fokus, seperti jalan tembus Wiyung–Menganti dan Banyurib,” jelasnya.
Baca juga: Pemkot Surabaya Putus 2 Kontraktor Proyek Pompa Air Karena Wanprestasi
Banggar juga mendorong penambahan anggaran pada sektor sosial, termasuk program beasiswa Pemuda Tangguh yang diusulkan naik dari 33 ribu menjadi 56 ribu penerima, serta program Rutilahu (rumah tidak layak huni) yang diharapkan mendapat porsi lebih besar.
Machmud menegaskan, penyesuaian anggaran tidak akan menyentuh layanan dasar seperti kesehatan dan pendidikan.
“Untuk sektor kesehatan dan pendidikan tidak dikurangi. Itu tetap harus 20 persen dari APBD,” tegasnya.
Baca juga: Rapor Merah Dari DPRD Surabaya untuk Setahun Kepemimpinan Eri-Armuji
Selain itu, Banggar juga mengawal pengadaan lampu penerangan jalan umum (PJU) dan CCTV yang menjadi bagian dari program kota aman dan nyaman.
“Lampu jalan dan CCTV tetap prioritas. Itu kebutuhan dasar untuk keamanan warga,” tambahnya.
Pembahasan akhir antara DPRD dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dijadwalkan berlangsung Rabu (5/11), sebelum penetapan RAPBD 2026 pada Kamis (6/11).
Editor : Ading