Deni Wicaksono Soroti Empat PR Besar Pemuda Jatim Jelang 2028

Reporter : Dony Maulana
Wakil Ketua DPRD Jawa Timur, Deni Wicaksono

selalu.id - Wakil Ketua DPRD Jawa Timur, Deni Wicaksono, menekankan pentingnya peningkatan daya saing pemuda Jatim secara global menjelang peringatan 100 tahun Sumpah Pemuda pada 2028. Menurutnya, momentum itu harus menjadi ajang nyata untuk mengakselerasi kompetensi anak muda.

 

Baca juga: Isu Eri Irawan Calon Ketua DPRD Surabaya, Pengamat: Cermin Arah Politik PDIP

Deni menyebut Sumpah Pemuda sebagai semangat gotong royong untuk memajukan daerah. Ia menilai ada empat aspek strategis yang perlu menjadi perhatian serius seluruh elemen di Jatim.

 

Pertama, peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Jawa Timur hingga mencapai kategori “sangat tinggi” di atas angka 80. Saat ini, IPM Jatim berada di angka 75,35 dan masuk kategori “tinggi”. Deni menyoroti ketimpangan antar-daerah karena masih ada kabupaten dan kota dengan IPM “sedang” di bawah 70.

 

“Pendidikan dan kesehatan yang baik adalah kunci untuk memastikan daya saing anak muda Jatim tumbuh pada level global. Harus ada akselerasi pemerataan kualitas dan akses pendidikan serta kesehatan,” ujar legislator PDIP Jatim itu, Senin (28/10/2025).

 

Kedua, mendorong anak muda berdaya secara ekonomi. Deni memandang semangat Sumpah Pemuda harus menginspirasi kemandirian ekonomi generasi muda. Ia menyoroti tingkat pengangguran terbuka (TPT) Jatim yang masih 3,61 persen atau sekitar 894 ribu jiwa, dengan lulusan SMK menjadi segmen tertinggi.

 

Baca juga: Anggota DPRD Surabaya 2024-2029 Dilantik, Siapa Masuk Unsur Pimpinan?

“Pemerintah harus memperkuat ekosistem UMKM anak muda, ekonomi kreatif, dan inovasi berbasis kearifan lokal,” imbuhnya.

 

Ketiga, penguasaan teknologi bagi kaum muda. Deni menyebut masih ada kesenjangan literasi digital yang perlu dijembatani. Ia menekankan pentingnya peningkatan keterampilan teknologi tingkat lanjut seperti coding, analisis data, AI, dan keamanan siber.

 

“Kuncinya adalah mendorong anak muda menjadi pencipta teknologi, bukan hanya pengguna,” jelasnya.

Baca juga: Soal Nilai Anggaran Operasional RT/RW, Ketua DPRD Surabaya: Harus Realistis

 

Keempat, penguatan komitmen ideologis. Deni menilai persatuan dalam keberagaman menjadi kunci keberlanjutan Indonesia modern. Ia menekankan pentingnya menjaga komitmen ideologis agar anak muda tidak terjebak dalam konflik identitas.

 

“Sumpah Pemuda mengajarkan kita bahwa kemajuan bangsa lahir dari tekad bersama,” pungkasnya.

 

Editor : Ading

Kemensos Hadir
Berita Terpopuler
Berita Terbaru