Pertamina Buka Kanal Pengaduan bagi Pengguna Pertalite yang Alami Gangguan Mesin

Reporter : Dony Maulana

selalu.id – Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus mengimbau masyarakat yang mengalami masalah pada kendaraannya setelah mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite untuk segera melapor ke SPBU tempat pengisian.

 

Baca juga: Pertamina Tanggung Servis Gratis Motor Brebet Akibat Pertalite, Siapkan Servis Gratis di 32 Bengkel

Imbauan ini disampaikan menyusul banyaknya laporan dari masyarakat di Jawa Timur yang mengeluhkan motor brebet atau mogok setelah mengisi Pertalite. Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, mengatakan laporan warga penting untuk ditindaklanjuti.

 

“Mohon dukungan dari warga Jatim semua. Jika ada masyarakat yang merasakan keluhan pada kendaraannya setelah mengisi BBM di SPBU Pertamina, segera kembali ke SPBU tersebut untuk menyampaikan keluhannya,” ujar Ahad, Senin (27/10/2025).

 

Ia menjelaskan, pihak SPBU akan mencatat nama dan data lengkap pelanggan, waktu pembelian, jenis produk, jumlah liter, serta menyimpan nota transaksi. Data ini digunakan untuk pelacakan lebih lanjut oleh Pertamina.

Baca juga: Relawan Prabowo Sebut Langkah Wawali Armuji Soal Sidak BBM Bukan Kerja Nyata

 

“Termasuk histori pembelian produknya, beli produk apa, jam berapa, berapa liter. Biasanya sudah diberikan nota pada saat pembelian. Ini bagian dari pengecekan dan pendataan lebih lanjut,” jelasnya.

 

Baca juga: Beda Hasil Sidak Polisi vs Wawali Armuji, Manager SPBU: CCTV Tunjukkan Botol Dibawa dari Luar

Selain melapor ke SPBU asal, masyarakat juga dapat menyampaikan keluhan melalui kanal resmi Pertamina Call Center 135. Laporan digunakan untuk keperluan pendataan dan pelacakan distribusi produk.

 

Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus memastikan akan menindaklanjuti setiap laporan yang masuk dan menjamin ketersediaan serta kualitas BBM sesuai standar yang berlaku.

Editor : Ading

Kemensos Hadir
Berita Terpopuler
Berita Terbaru